Agus Rahardjo Pasrah dan Serahkan Tanggung Jawab KPK ke Jokowi
Nasional
Kontroversi Revisi UU KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, masih menunggu perintah dari Jokowi terkait apakah pihaknya masih akan dipercaya untuk memegang tanggung jawab di KPK hingga Desember 2019 mendatang.

WowKeren - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menilai lembaga anti-rasuah tersebut tengah dikepung dari berbagai sisi. Menurut Agus, kondisi KPK kini sangat memprihatinkan, terutama terkait dengan revisi UU KPK.

"Kami sangat prihatin pemberantasan korupsi semakin mencemaskan," ujar Agus di Gedung KPK pada Jumat (13/9). "KPK dikepung dari berbagai sisi."


Agus menyampaikan bahwa selama ini KPK tak pernah tahun tentang draft revisi UU KPK. Ia juga menilai bahwa pembahasan revisi UU KPK tersebut bersifat sembunyi-sembunyi.

"Sampai hari ini kami, draf sebenarnya tidak mengetahui, pembahasan sembunyi-sembunyi," jelas Agus. "Saya juga dengar rumor dalam waktu sangat cepat diketok, disetujui."

Pihak KPK, tutur Agus, sempat meminta untuk bertemu dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM. Namun kala membaca pemberitaan hari ini, Agus merasa KPK sudah tak perlu dilibatkan lagi dalam revisi UU KPK.

"Kemudian Menteri bilang akan diundang," ujar Agus. "Kami menilai mungkin ini apa memang betul mau melemahkan KPK. Itu penilaian sementara."

Menyikapi "serangan" tersebut, Agus pun menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo. "Setelah kami pertimbangkan maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab KPK dengan berat hati pada Jumat ini, kami menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden," tutur Agus.

Saat ini, Agus masih menunggu perintah dari Jokowi terkait apakah pihaknya masih akan dipercaya untuk memegang tanggung jawab di KPK hingga Desember 2019 mendatang. Agus pun berharap agar Jokowi mengambil langkah penyelamatan.

"Kami tunggu perintah itu dan kemudian akan operasional seperti biasa kami tunggu perintah itu, mudah-mudahan kami diajak Presiden bicara terkait kegelisahan kami," pungkas Agus. "Semoga Bapak Presiden segera ambil langkah penyelamatan."

Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang telah menyampaikan pesan pengunduran diri usai Irjen Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Sosok Firli memang dikenal sangat kontroversial lantaran banyaknya dugaan pelanggaran etik yang pernah ia lakukan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts