Warganet yang tak bisa ikut turun ke jalanan memberikan dukungan mereka kepada para mahasiswa lewat tagar #RakyatDukungAksiMahasiswa hingga masuk jajaran trending topic.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 24 September 2019 - 10:46 WIB
WowKeren - Gelombang demonstrasi mahasiswa diketahui merebak di sejumlah daerah di Indonesia. Sejak kemarin (23/9), para mahasiswa di Riau, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, hingga Papua serentak turun ke jalan untuk memprotes serangkaian kebijakan yang ditetapkan oleh DPR dan pemerintah selama beberapa pekan terakhir ini.
Dukungan untuk para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka ini lantas diapresiasi sejumlah pihak, salah satunya warganet. Hal ini tampak dari tagar #RakyatDukungAksiMahasiswa yang masuk ke dalam jajaran trending topic Indonesia pada Selasa (24/9) pagi. Warganet yang tak bisa ikut turun ke jalanan memberikan dukungan mereka lewat tagar ini.
"Wahai Kalian yg disana Apakah Kalian pikir kawat berduri ini bisa menghalangi Perjuangan mahasiswa Hari.. #RakyatDukungAksiMahasiswa. Sekali lagi kami Dri berbagai kampus Universitas medsos.. Akan berjuang bersama mahasiswa.. 25 jigo.. 25 jigo," cuit seorang warganet. "Kenapa tidak mendengar aspirasi kami. Kemana Bapak-bapak sebenarnya. Beberapa kali layangkan srt kepada sekjend dan bapak2 sekalian. Dengan ini kami nyatakan mosi tidak percaya kepada Bapak Bapak sekalian. Seruan #HidupMahasiswa #RakyatDukungAksiMahasiswa," timpal warganet lain.
"Dear government, from the very beginning, THE POWER is in OUR hands, NOT YOURS! #HidupMahasiswa #HIDUPRAKYATINDONESIA #RakyatBergerak #RakyatDukungAksiMahasiswa," cuit akun @weningt. "Jangan biarkan negara dirampok oleh koruptor dan para cukong. Suara mahasiswa adalah suara murni dari rakyat, rakyat dukung perjuangan mahasiswa. #RakyatDukungAksiMahasiswa," tambah warganet lain.
Selain itu, ada sejumlah tagar dukungan lain bagi aksi mahasiswa ini. Di antaranya adalah, #HidupMahasiswa dan #HIDUPRAKYATINDONESIA.
Sementara itu, salah satu kebijakan yang diprotes oleh para mahasiswa ini adalah pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) beberapa waktu lalu. Gabungan mahasiswa dari berbagai universitas di Ibu Kota itu menuntut agar dibuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) setelah DPR RI mengesahkan RUU KPK.
Meski demikian, Presiden Joko Widodo rupanya menolak usulan ini. Penolakan tersebut memicu mahasiswa untuk menggelar aksi lagi pada Selasa (24/9). Mereka juga mengaku siap menurunkan massa yang lebih besar agar aspirasi mereka didengar pemerintah.
(wk/Bert)