Mendikbud Pastikan Tak Akan Sanksi Pelajar yang Ikut Demo
Instagram/muhadjir_effendy
Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah berkoordinasi dengan jajaran gubernur, bupati, dan wali kota untuk memastikan agar para pelajar tidak ikut dalam aksi unjuk rasa.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan sanksi pada para pelajar yang melakukan aksi turun ke jalan. Pelajar yang dimaksud yakni tingkat SMA/SMK/STM. Menurutnya, pelajar lebih membutuhkan penyadaran melalui penyuluhan, daripada sanksi.

"Tidak ada lah. Pendidikan masa main sanksi," tegas Muhadjir di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10). "Pokoknya kita sadarkan melalui provinsi, gubernur, kabupaten, kota bupati, wali kota kemudian kepala dinas masing-masing, pengawas, kepala sekolah, guru, orang tua."

Lebih lanjut, Muhadjir mewajibkan pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan para wali murid ketika ada siswa yang tidak masuk saat jam pelajaran. Tanggung jawab pihak sekolah tidak hanya terbatas saat siswa berada di dalam kelas saja, namun harus memastikan bahwa anak didik mereka sudah pulang.

"Kemudian di luar sekolah, sekolah tetap masih bertanggung jawab," tutur Muhadjir. "Sampai memastikan bahwa anak itu berada di tangan orang tuanya dengan selamat."


Untuk memastikan para siswa tak ikut aksi unjuk rasa, pihak Kemendikbud juga telah berkoordinasi dengan jajaran gubernur, bupati, hingga wali kota. "Untuk memastikan bahwa anak-anak ini tidak akan berada dalam lingkungan yang membahayakan," imbuh Muhadjir.

Untuk selanjutnya, Muhadjir akan menyerahkan ke pihak kepolisian terkait oknum-oknum penggerak para siswa untuk turun ke jalan. "Kami paling hanya meminta kalau kami dapat informasi cukup kami sampaikan kepada aparat yg lebih berwenang untuk melakukannya," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sejak aksi demo yang digelar pada Senin (23/9) pekan lalu, terdapat siswa sekolah menengah yang turut serta mengikuti gelombang aksi mahasiswa. Aksi demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa untuk menolak pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lainnya.

Bahkan di hari berikutnya, Selasa (24/9), tercatat siswa STM melakukan demo di depan Gedung DPR RI. Demo ini berujung ricuh pada sore harinya di bagian belakang kompleks parlemen.

Sebelumnya, Muhadjir juga sempat menyebut bahwa ada oknum tertentu yang menyamar sebagai pelajar dalam aksi demonstrasi. Mereka memang memakai seragam namun bukan pelajar.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait