Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani enggan mengomentari soal kegagalannya dalam pemilihan Ketua MPR yang digelar Kamis (3/10) malam kemarin. Menurutnya, berkomentar hanya akan menimbulkan masalah jadi lebih baik jika ia bersikap diam.
- Wahyu
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 13:52 WIB
WowKeren - Bambang Soesatyo telah ditetapkan sebagai Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR)RI 2019-2024. Terkait keberhasilan Politikus Golkar yang kerap dipanggil Bamsoet tentunya membuat wartawan penasaran dengan kegagalan calon-calon lain.
Ahmad Muzani yang kini menjadi Wakil Ketua MPR pun memilih bungkam saat ditanyai soal kegagalannya dalam pemilihan Ketua MPR kemarin, Kamis (3/10). Pasalnya, para wartawan menanyakan soal nihilnya dukungan dari partai mantan koalisi Gerindra, yakni PKS, Demokrat, dan PAN dalam pemilihan Ketua MPR.
Diamnya Muzani ini dapat diartikan bahwa dirinya tak ingin memperpanjang masalah terkait pencalonan Ketua MPR setelah sidang paripurna kelar dilaksanakan kemarin malam. “Ya no comment lah,” kata Muzani di kompleks gedung Parlemen, Senayan.
Sebelumnya, Muzani sempat melirik kursi Ketua MPR dengan menantang rivalnya yaitu, Bambang Soesatyo. Sayangnya, dalam proses tersebut Muzani hanya didukung fraksi tunggal, yaitu Fraksi Partai Gerindra. Sedangkan Bambang diusung delapan fraksi, termasuk fraksi dari partai bekas koalisi Gerindra yaitu PKS, Demokrat dan PAN.
Meski posisi Muzani sejak awal sudah mendesak untuk mundur, tapi ia tetap berusaha maju dan menantang Bamsoet. Semangat Muzani ini pun mendapat dukungan dari Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto.
Prabowo bahkan melobi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk menyerahkan kursi Ketua MPR kepada Partai Gerindra. Dalam dialog itu, Megawati sejatinya menyetujui pembagian yang diinginkan Prabowo. Sayangnya situasi tidak mendukung lantaran mayoritas fraksi dipastikan mengusung Bamsoet.
"Bu Megawati terus terang agak sulit untuk menolak (permintaan Prabowo). Tapi ini proses sudah berlangsung," ujar Muzani. "Karena itu, Bu Megawati memohon pengertian Pak Prabowo agar bisa menerima dengan baik."
Prabowo pun akhirnya meminta Muzani mundur dan mendukung Bambang secara aklamasi di detik-detik terakhir sidang paripurna. Muzani mengatakan Prabowo menganggap keputusan ini memiliki tujuan khusus. "Beliau harapkan ada hal-hal lain yang lebih strategis yang akan kami capai nanti."
(wk/wahy)