LRT Jabodebek Milik PT INKA Madiun, Jawa Timur Sudah Sampai di Jakarta, Minggu (13/10). Rencananya LRT Jabodebek ini akan diuji coba selama satu bulan mulai tanggal 18 Oktober hingga 18 November 2019.
- Nidya Putri
- Senin, 14 Oktober 2019 - 15:09 WIB
WowKeren - Moda Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek milik PT INKA (Persero) telah sampai di Jakarta Minggu (13/10). LRT yang diboyong dari Madiun, Jawa Timur ini akan segera diuji coba di lintasan kereta api di Jakarta.
Kereta ringan ini dibawa ke Jakarta melalui jalur darat dengan Multi-Axle Truck. Keenam gerbong LRT Jabodebek itu sudah selesai diangkat ke lintasan Stasiun LRT Harjamukti hari ini. Setelahnya, kereta akan disimpan di Cibubur.
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang datang meninjau pengangkatan kereta ini bersama Menhub Budi Karya Sumadi pun sempat disebut canggih. Untuk uji cobanya sendiri akan direncanakan pada tanggal 18 Oktober mendatang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan uji coba akan dilakukan selama satu bulan. Uji coba dilakukan untuk rute Cibubur-Cawang. "Ini yang tahap pertama satu bulan dulu, bertahap lah kan ada 31 train set yang akan datang," ujar Budi Karya di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10). "Tanggal 18 Oktober sampai 18 November ini tahap pertama."
Lebih lanjut, Budi Karya menyatakan bahwa seluruh LRT Jabodebek nantinya akan beroperasi secara penuh pada tahun 2021. "Kita akan lakukan penyelesaian tes sarana dan tes konstruksi secara bersamaan. Diharapkan kegiatan opersasionalnya mulai tahun 2021," jelasnya.
Sementara itu, Luhut mengaku jika kereta LRT Jabodebek buatan PT INKA (Persero) ini merupakan kereta yang canggih. Tak tanggung-tanggung, ia mengatakan jika kereta buatan Madiun, Jawa Timur ini lebih canggih dibandingkan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang dibuat di Jepang.
"Ini saya kira prestasi sendiri dari putra putri Indonesia. Tadi saya dibisikin ini bisa jadi lebih canggih dari MRT teknologinya. Teknologinya sudah generasi ke-3 sudah lebih baik dari MRT," kata Luhut.
Tak hanya itu, LRT pun juga disebutkan lebih modern dibandingkan produk sebelumnya yaitu LRT Palembang. Pasalnya LRT Jabodebek memiliki teknologi moving block yang membuat kereta ini bisa berjalan tanpa masinis. "Ini lebih canggih juga yang ada di Palembang, teknologi ini moving block tanpa masinis. Headway-nya 3 menit," jelasnya.
Untuk tarif LRT ini nantinya Menhub akan memberlakukan tarif flat alias jauh dekat memiliki harga yang sama. Di mana tarif LRT Jabodebek akan dipatok sebesar Rp 12 ribu per orang untuk sekali naik mulai dari Cibubur ke Dukuh Atas.
Tarif tersebut sudah disubsidi. "Perkiraannya (tarif LRT Jabodebek) Rp 12 ribu. Itu sudah subsidi ya, untuk Cibubur sampai Dukuh Atas," ungkap Budi Karya.
(wk/nidy)