Merapi Erupsi, Luncuran Awan Panas Terbesar Dalam 1,5 Tahun Terakhir
Nasional

Gunung Merapi mengalami erupsi, luncuran awan panas akibat letusan disebut merupakan yang terbesar sejak ditetapkan dalam status waspada 1,5 tahun lalu.

WowKeren - Gunung merapi kembali mengalami letusan pada Senin (14/10). Erupsi Merapi sehingga mengeluarkan awan panas ini merupakan yang terbesar sejak ditetapkan dalam status waspada 1,5 tahun yang lalu.

Gunung Merapi telah ditetapkan dalam status waspada sejak 21 Mei 2018 dan hingga kini masih belum ada perubahan status pasca letusan. Awan panas atau yang sering disebut dengan nama wedhus gembel ini mulai terjadi sekitar pukul 16.31 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman menjelaskan jika awan panas tersebut berlangsung selama 270 detik dengan tinggi kolom 3 km. Berdasarkan seismogram diketahui amplitudonya 75 mm dengan arah angin tertiup ke barat daya. Erupsi ini membuat sejumlah wilayah seperti Magelang dan Boyolali terkena hujan abu.

"Rekomendasi jarak bahayanya tiga kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut (3 km) masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," jelas Lasiman saat dimintai konfirmasi, Senin (14/10). "Masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik."


Sementara itu Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan jika awan panas yang muncul di erupsi Merapi ini karena akumulasi gas. Hanik mengatakan jika letusan ini telah membuat sebaran abu vulkanik tersebar sampai jarak maksimal 25 km dari Gunung Merapi sehingga sejumlah wilayah terkena hujan abu.

"Sisi barat lebih banyak ya (wilayah yang terdampak abu vulkanik). Jadi kayak di daerah Magelang, Muntilan tadi kayaknya juga ada, sisi barat daya dan barat laut lah," jelas Hanik. "Untuk arah timur ada, tapi kecil, yang jaraknya sangat dekat dengan Merapi."

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto juga mengonfirmasi telah terjadinya hujan abu di 17 desa yang berada di enam kecamatan Magelang. Keenam kecamatan yang terdampak hujan abu adalah Srumbung, Dukun, Salam, Muntilan, Mungkid dan Sawangan.

Selain Magelang, hujan abu tipis juga terjadi di wilayah Boyolali yaitu Desa Tlogolele dan Klakah. Kini BPBD Magelang telah membagikan dua ribu masker kepada masyarakat untuk mencegah dampak buruk dari abu vulkanik.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait