Menteri Agama Fachrul Razi mengusulkan untuk merombak ratusan buku agama terutama terkait materi khilafah. Usul tersebut mendapat dukungan dari Persatuan Guru Republik Indonesia.
- Nidya Putri
- Jumat, 29 November 2019 - 15:07 WIB
WowKeren - Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perombakan ratusan buku-buku pelajaran agama Islam yang akan digunakan pada tahun 2020. Salah satunya adalah soal penghapusan konten khilafah dalam buku pelajaran tersebut.
Diketahui jika ide tersebut pertama kali dicetuskan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Tak disangka-sangka langka tersebut mendapatkan respon positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Menurut PGRI, materi khilafah tersebut bisa diganti dengan materi-materi yang mendukung sikap cinta NKRI, Pancasila, hingga toleransi beragama. "Tepat dalam hal untuk menggantikannya dengan konten-konten yang lebih mendorong pada moderasi beragama, cinta NKRI, Pancasila, hingga bela negara," ujar Wasekjen PB PGRI, Jejen Musfah dilansir Kumparan, Jumat (29/11).
Lebih lanjut, Jejen mengatakan jika pemahaman khilafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tak tepat diajarkan kepada siswa. Menurutnya, nilai Islam yang diajarkan kepada siswa perlu diimplementasikan untuk sistem demokrasi yang baik.
"Sebagian guru menganggap khilafah sebagai solusi mengatasi masalah bangsa ini tidak tepat diajarkan ke siswa," jelasnya. "Padahal selama ini, sistem demokrasi tak masalah, yang utama nilai-nilai Islam ada dan terwujud dalam sistem (demokrasi) ini. Yang penting bukan soal pilihan khilafah atau demokrasi, tapi bagaimana Muslim mengisi demokrasi dengan nilai-nilai Islam."
Karena itu, Jejen meminta agar ajaran agama dipandang sebagai cara untuk mencapai kedamaian dan toleransi. Bukan untuk menebar kebencian terhadap sesama manusia. "Agama harus hadir penuh cinta, kedamaian, toleran, sesuai dengan nilai kitab suci dan mencontoh nabi," pungkasnya.
Sebelumnya, diketahui jika Menag Fachrul Razi mengusulkan untuk merombak total 155 judul buku pelajaran agama. Usul tersebut rupanya juga mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. "Saya akan selalu mendukung apa arahan Presiden sama apa yang Pak Menag ingin lakukan," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11) lalu.
(wk/nidy)