Rocky Gerung Sebut Jokowi Tak Paham Pancasila, Istana Justru Nilai Tidak Langgar Hukum
Nasional

Staf khusus Presiden Joko Widodo bidang hukum, Dini Shanti Purwono, justru tidak melihat adanya pelanggaran hukum dalam pernyataan Rocky Gerung tersebut.

WowKeren - Akademisi Rocky Gerung kembali menimbulkan kontroversi dengan pernyataannya yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak paham dengan Pancasila. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Junimart Girsang, bahkan mengaku akan melaporkan Rocky ke polisi terkait pernyataannya itu.

Meski demikian, staf khusus Jokowi bidang hukum, Dini Shanti Purwono, justru tak melihat adanya pelanggaran hukum dalam pernyataan Rocky tersebut. Dini menilai bahwa Rocky hanya sekadar menyampaikan pendapatnya.


"Kita tidak melihat ada pelanggaran hukum apapun juga, itu sekedar dia berpendapat, mengemukakan pendapat," tutur Dini di Kantor Kemenko Polhukam dilansir CNN Indonesia pada Kamis (5/12). "Ya diam saja."

Menurut Dini, Rocky memiliki hak untuk mengeluarkan pendapatnya yang ditujukan pada Jokowi. Rocky berhak untuk menilai Jokowi memiliki kekurangan, begitu juga masyarakat lainnya.

Meski demikian, Dini mengingatkan bahwa kritik dalam demokrasi harus bersifat konstruktif. Kritik tersebut juga harus mengutamakan kepentingan negara.

"Pada akhirnya publik akan bisa menilai dan melihat mana sih orang yang betul-betul nasionalis dan bekerja memikirkan negara ini kita bisa lihat langkah-langkahnya," jelas Dini. "Mana orang yang hanya cari panggung misalnya cuma memikirkan dirinya dan kelompoknya sendiri."

Lebih lanjut, Dini minta agar semua pihak meninggalkan hak-hak yang tak substansial. Termasuk di antaranya adalah pernyataan Rocky yang menyebut Jokowi tidak memahami Pancasila.

Dini mengaku bahwa Jokowi meminta semua pihak mengeluarkan narasi positif lantaran Pemilu telah usai. Hal ini dalam rangka memajukan Indonesia dan bagi kepentingan masyarakat umum.

"Kalau dari Pak Jokowi jelas kita ingin ini sudah selesai masalah kampanye (Pilpres 2019), kita cuma waktu lima tahun, terbatas," pungkas Dini. "Dia mau kita sebenarnya lebih ke arah Indonesia maju, narasinya harus positif."

You can share this post!

Related Posts