Pembuat Soal Ujian 'Khilafah' Di Kediri Terancam Sanksi Dari Kemenag Jatim
Nasional

Kementerian Agama Jawa Timur mengatakan bahwa kemungkinan ada sanksi atas beredarnya soal mengenai khilafah di sebuah Madrasah Aliyah di Kediri. Tak hanya pembuat soal, pihak sekolah juga terancam sanksi.

WowKeren - Soal ujian di sebuah Madrasah Aliyah (MA) Kediri, Jawa Timur tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, terdapat soal yang membahas mengenai khilafah di dalamnya. Soal yang berjumlah tujuh butir ini muncul di ujian semester ganjil mata pelajaran fikih kelas XII.

Atas kejadian tersebut, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) pun melakukan investigasi. Hasilnya, tidak ada unsur kesengajaan dari pembuat soal. Hal ini karena pembuat soal mengaku hanya menyalin soal tersebut dari buku pegangan guru karena terburu-buru saat mengerjakan soal.

Meskipun tak disengaja, Plt Kanwil Kemenag Jatim, Mochammad Amin Machfud menganggap jika pembuat soal teledor. Menurutnya, pembuat soal seharusnya tidak memasukkan pertanyaan itu sebagai materi ujian. Pihaknya pun berniat untuk memberi sanksi atas keteledoran tersebut.

Tak hanya penulis soal, Amin mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat akan diberi sanksi sesuai dengan peran saat pembuatan soal dilakukan. Akan tetapi, Amin belum menentukan jenis sanksi yang bakal diberikan.


“Insyaallah ada sanksinya," ungkap Amin di Kakanwil Kemenag Jatim, Surabaya, Kamis (5/12). "Kita lihat derajat sanksinya seperti apa. Nanti tim Inspektorat Jenderal dan Tim Litbang akan melakukan telaah terkait dengan kasus ini."

“Kepala Madrasah harus bertanggungjawab, Waka (Wakil Kepala) kurikulum harus bertanggungjawab terhadap kasus ini," ujarnya yang dilansir Kumparan pada Kamis (5/12). "Jadi semua kita telaah masing berperan untuk apa. Kita akan memberikan punishment."

Tak hanya itu, Amin juga akan menarik buku pedoman guru yang berisi muatan khilafah tersebut. Pihaknya akan melakukan kajian ulang terhadap buku pedoman itu. “Bukunya (buku pedoman guru) pun kita tarik, yang jelas konten tentang khilafah jangan sampai masuk untuk diberikan kepada anak-anak,” tegasnya.

Amin pun menyayangkan adanya guru yang membuat soal dengan cara copy pasti. Ia kemudian menghimbau para guru agar menelaah kembali soal yang akan dibuatnya sebelum dicetak dan diujikan kepada para siswanya.

“Kita sudah memberikan warning kepada teman-teman, baik kepala madrasahnya, KKM, maupun guru-guru fikihnya. Jangan sampai membuat soal copy paste tidak ada telaah," ujarnya. "Artinya harus ada verifikasi telaah sebelum naik cetak. Masalah-masalah yang sensitif jangan sampai muncul di soal-soal ujian untuk anak-anak madrasah."

(wk/aros)

You can share this post!

Related Posts