DPRD Akan Pertemukan Pemprov DKI Dengan Ahok, Ada Apa?
Nasional

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta akan mempertemukan Pemprov DKI Jakarta dengan Komisari Utama PT Pertamina Ahok. Namun, pertemuan tersebut masih belum dipastikan akan digelar.

WowKeren - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Cinta Mega berencana untuk mempertemukan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta dengan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. Pertemuan tersebut rencananya akan mengoptimalkan soal penerimaan pajak BBM yang selama ini disuplai Pertamina.

"Kebetulan saya telepon Pak Ahok sebagai komisaris utama Pertamina, untuk mempertemukan Pertamina dengan kita (DPRD dan Pemprov DKI)," ujar Cinta Mega dalam rapat antara Komisi C dan Pemprov DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/12). Ia meminta kepada Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin untuk menyiapkan pertemuan tersebut.


Namun, untuk sementara ini jadwal pertemuan bersama mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih belum ditentukan. "Kapan jadwal Bapak (Faisal), tolong (siapkan) siapa saja yang mesti hadir di situ," kata Cinta Mega. "Nanti saya kabari waktunya, atau Pak Faisal terserah kapan waktunya, tolong di-arrange lagi."

Sebelumnya, Faisal mengatakan jika pihaknya berencana memasang teknologi radio frequency identification (RFID) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta dalam rapat tersebut. Pemasangan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Faisal menuturkan jika BPRD DKI selama ini hanya menerima besaran pajak berdasarkan faktur dari Pertamina selaku penyedia bahan bakar kendaraan bermotor. Pihaknya tidak mengetahui hitung-hitungan dan potensi pajak bahan bakar kendaraan yang harus masuk ke kas daerah.

Oleh karena itu, BPRD DKI berencana memasang RFID di seluruh SPBU di Jakarta untuk mengetahui potensi pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah. "Kami kan selama ini hanya menerima DO (delivery unit) dari Pertamina pusat. Badan Pajak tidak serta merta mengakui angka seperti itu," terang Faisal. "Untuk optimalisasi (pajak), kami harus menggunakan cara-cara optimalisasi kami, salah satunya dengan cara memasang RFID."

You can share this post!

Related Posts