Begini Pesan PDIP Untuk Jafar Shodiq Penghina Ma'ruf Amin
Nasional
Jafar Shodiq Dituduh Hina Maruf Amin

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Ahmad Basarah, menanggapi kasus penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan tersangka Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas.

WowKeren - Ceramah Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang menyebut nama Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbuntut panjang. Jafar telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap Ma'ruf dan kini ditahan di Bareskrim Polri.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lantas memberikan pesan kepada Jafar. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengingatkan bahwa apabila ada etika yang dilanggar dan hal itu melanggar hukum, maka Jafar harus bisa menerimanya.


Awalnya, Basarah mengingatkan soal prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip utama dalam hal ini, tutur Basarah, adalah mengedepankan etika.

"Ya prinsip mestinya kan kita hidup berbangsa dan bernegara mengedepankan etika bermasyarakat, etika antarelite masyarakat, saling hormat menghormati, tidak saling mencaci-maki, tidak saling hina menghina," ujar Basarah di Kompleks Senayan pada hari ini (6/12). "Kita tentu harapkan semua masyarakat, siapapun, punya sikap yang demikian itu."

Setelah itu, Basarah pun meminta agar Jafar berani menerima konsekuensi atas tindakannya sendiri. Basarah menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang berlandaskan pada asas hukum.

"Tetapi kalau kemudian sikap itu dianggap tidak perlu untuk dilakukan, artinya tidak perlu menjaga etika politik, tidak perlu menjaga saling hormat menghormati, maka ketika itu masuk pada ranah pelanggaran hukum pidana, ya semua pihak juga harus menerima bahwa itu adalah tindak pidana," lanjut Basarah. "Karena kita sudah bersepakat bahwa negara kita adalah berdasar atas hukum."

Tak hanya itu, Basarah juga menyayangkan perbuatan Jafar yang menghina Ma'ruf. Wakil Ketua MPR tersebut lantas berharap agar kasus penghinaan terhadap pejabat negara tidak akan terjadi lagi.

"Nah, sehingga, oleh karena itu, agar tidak ada lagi kasus-kasus pidana semacam ini, ya harapannya jangan ada lagi di ruang publik caci-mencaci, menghina, merendahkan," pungkas Basarah. "Apalagi pejabat-pejabat negara, pejabat-pejabat publik, apalagi orang seperti KH Ma'ruf Amin, seorang tokoh, ulama, Ketum MUI, dan sekarang Wapres RI."

You can share this post!

Related Posts