Gizi Buruk dan Stunting Masih Tinggi, Langkah Pemprov Aceh Pesan 4 Pesawat Jadi Sorotan
Nasional

Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi mengkritik langkah Pemprov Aceh yang memesan 4 pesawat untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Menurutnya, rakyat Aceh lebih butuh peningkatan kualitas hidup.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Aceh memesan 4 unit pesawat Nurtanio (N219) produksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan bahwa Aceh memerlukan pesawat perintis untuk memperbanyak sarana transportasi udara antar pulau. Sebab saat ini, frekuensi penerbangan di Aceh masih minim.

"Saat ini Aceh hanya punya 5 bandara (perintis) yang mana dalam satu pekan frekuensinya hanya 2 penerbangan," kata Nova di Bandung, Senin (9/12). "Kita ingin meningkatkan itu, sehingga konektivitas (udara) antar wilayah jadi prioritas."

Namun rupanya langkah Pemprov ini mendapat kritikan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Bardan Sahidi. Bardan menilai bahwa saat ini masyarakat Aceh belum membutuhkan pesawat terbang. Yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat Aceh sekarang ini adalah peningkatan kualitas hidup. Ia kemudian menyinggung masalah gizi buruk dan stunting yang lebih penting untuk segera diatasi.

"Masyarakat Aceh belum butuh pesawat sekarang," kata Bardan dilansir Detik, Rabu (11/12). "Sekarang yang dibutuhkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh, pemenuhan kebutuhan dasar, penurunan angka stunting dan gizi buruk. Itu dia yang dibutuhkan masyarakat Aceh."


Selain itu, pembelian pesawat tersebut tidak pernah dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022. Ia mengaku bahwa DPR Aceh belum pernah mendengar rencana pembelian pesawat tersebut.

"Gimana mau kita berikan dukungan atau menolak kalau tidak ada dalam dokumen," tegas Bardan. "Artinya pemerintah ini gak ngerti apa yang harus dikerjakan."

Oleh sebab itu, Fraksi PKS DPR Aceh menolak pembelian tersebut. "Rakyat Aceh belum butuh pesawat," tegasnya.

Sementara itu, Nova menyebut bahwa 4 unit pesawat yang dipesan tersebut beroperasi mulai 2022 mendatang. Ia berharap agar kerja sama tersebut bisa berimbas pada peningkatan SDM dan pengoperasian angkutan udara Aceh.

"Tentunya dari kerja sama ini kita dapat banyak keuntungan," tutur Nova. "Tidak hanya dari pengadaan pesawat saja, tapi pengembangan SDM dan pengoperasian angkutan udara juga. Sehingga, kedirgantaraan Aceh juga bisa berkembang nantinya."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait