Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, politik dinasti adalah hal yang biasa di negara-negara timur.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Desember 2019 - 08:49 WIB
WowKeren - Dua anggota keluarga Presiden Joko Widodo diketahui hendak maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Mereka adalah sang putra sulung Gibran Rakabuming yang hendak maju di Pilwalkot Solo, dan juga sang menantu Bobby Nasution yang hendak maju di Pilwalkot Medan.
Untuk itu, Gibran dan Bobby telah mendaftarkan diri dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, manuver anak dan menantu Jokowi ini banyak disindir sebagai upaya membangun dinasti politik.
Menanggapi tudingan tersebut, PDIP menyebutnya sebagai hal yang biasa. Menurut Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, politik dinasti adalah hal yang biasa di negara-negara timur.
"Politik dinasti di wilayah dunia timur yang kayak gini biasa," tutur Bambang dilansir Suara.com pada Kamis (12/12). "Bahwa dinasti atau tidak dinasti kita ini di timur ada jarak dengan kekuasaan, itu biasa, bahwa Mas Gibran diuntungkan karena anak presiden wajar."
Bambang lantas menuturkan bahwa yang paling penting bagi PDIP adalah pembuktian Gibran dan Bobby di kancah politik. Keduanya juga bisa dikritik langsung oleh rakyat.
"Nanti di lapangan ditunjukkan, dia ini punya kompetensi enggak? Legalitas boleh didapat tapi kompetensi berikutnya harus ditampilkan," tegas Bambang. "Kalo enggak ditertawakan, republik akan menertawakan."
Sementara itu, Gibran sendiri telah menunjukkan keteguhan niatnya dengan rencana mendaftar sebagai Calon Walkot Solo lewat DPD PDIP Jawa Tengah. Gibran bahkan dikabarkan sudah memilih tanggal cantik untuk mendaftar, yakni Kamis (12/12) hari ini.
Selain itu, Gibran juga telah melakukan langkah "blusukan" yang menjadi trademark atau ciri khas dari sang ayah. Dalam unggahan Instagram-nya pada Selasa (10/12), Gibran tampak menyambangi langsung pedagang-pedagang di Pasar Gedhe Solo. Ayah 2 anak tersebut tampak sederhana mengenakan kaus oblong putih dan celana hitam, serta sepasang sandal jepit berwarna hijau.
(wk/Bert)