FPI Usai Penghargaan Colosseum Dicabut: Stop Izin Wisata Hedonisme!
Nasional

Penghargaan kepada Diskotek Colosseum telah dicabut, Front Pembela Islam (FPI) meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberi izin kepada wisata hedonisme lagi.

WowKeren - Penghargaan Adikarya Wisata 2019 yang diberikan kepada Diskotek Colosseum telah menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah pihak. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun akhirnya memutuskan untuk mencabut penghargaan tersebut.

Salah satu pihak yang paling vokal melayangkan kritik terkait pemberian penghargaan Diskotek Colosseum adalah Front Pembela Islam (FPI). Mereka juga turut menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai berperan dalam pemberian penghargaan ini. FPI mengingatkan alasan umat Islam memilih Anies dalam Pilgub 2017 silam.

Setelah penghargaan dicabut, Sekretaris Umum FPI Munarman mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk tidak lagi memberikan izin kepada seluruh wisata yang bersifat hedonisme. "Kita juga dalam pertemuan Selasa kemarin menyampaikan agar Pemprov DKI menghentikan seluruh kegiatan wisata hiburan yang berbasiskan hedonisme," kata Munarman dalam keterangannya, Kamis (19/12).

Munarman mengharapkan agar segala bentuk wisata bersifat hedonisme diganti dengan wisata yang dapat mengembangkan indeks keimanan dan ketakwaan manusia. Selain itu, pihaknya juga berharap agar Pemprov DKI dapat memperbanyak wisata yang bersifat edukatif.


"(Wisata hedonisme diubah) menjadi wisata budaya, wisata religi, wisata halal, wisata sejarah," ujar Munarman. "Dan masih banyak kegiatan wisata yang bermanfaat untuk mengembangkan index manusia yang beriman dan bertakwa."

Sebelumnya, Colosseum Club 1001 telah memenangi kategori Nominasi Hiburan & Rekreasi - Klab Malam & Diskotik. Disparbud DKI sendiri memberikan 31 kategori dan penghargaan kepada mereka yang dinilai berkontribusi nyata dalam mempromosikan pariwisata Jakarta.

Sontak penghargaan ini dikritik keras oleh pihak FPI yang menyebutkan jika hal itu sebagai bentuk berkembangnya kemaksiatan. Menurut mereka, diskotek merupakan tempat yang sama sekali tidak memiliki manfaat sebagai proses pembentukan manusia.

"Kebijakan pemberian penghargaan terhadap, lagi-lagi, tempat maksiat berkedok hiburan, yaitu diskotek-diskotek," kata Munarman. "Semua orang berpikiran waras pasti tahu tidak ada manfaat sama sekali untuk mencapai tujuan pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait