Lippo Group kali ini menjual dua pusat perbelanjaannya yaitu, Pejaten Village dan Binjai Supermall. Hal ini dilakukan setelah pihaknya menjual dua pertiga saham penyedia layanan digital OVO.
- Nidya Putri
- Kamis, 02 Januari 2020 - 15:50 WIB
WowKeren - Beberapa waktu yang lalu pendiri sekaligus Chairman Lippo Group, Mochtar Riady, mengaku harus rela menjual dua pertiga saham aplikasi penyedia layanan digital OVO. Hal ini disebabkan karena pihaknya sudah tidak kuat lagi "membakar uang" akibat praktik diskon jor-joran.
Setelah menjual saham OVO, kali ini Lippo kembali menjual dua pusat perbelanjaan mereka, yakni Pejaten Village dan Binjai Supermall. Perjanjian jual beli bersyarat ini dilakukan oleh LMIRT Managment Ltd. (REIT Manager), manajer Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIR Trust), dengan PT Nirvana Wastu Pratama (NWP Retail) pada Senin (30/12) lalu.
NWP Retail merupakan perusahaan patungan antara Warburg Pincus dan PT City Retail Developments Tbk. Adapun total penjualan senilai Rp 1,28 triliun atau setara 124,30 juta Dolar Singapura. Total penjualan bersyarat ini mencakup pembelian Pejaten Village senilai Rp 997,40 miliar dan Binjai Supermall senilai Rp 283,3 miliar.
"Penjualan aset ini jelas menunjukkan bahwa meskipun pasar real estat komersial yang relatif tidak likuid di Indonesia, manajer mampu menangkap peluang untuk mencapai pengembalian berkelanjutan jangka panjang untuk unit holders," ujar Kepala Eksekutif Manajer REIT James Liew dikutip dari situs resmi LMIR Trust. "Ini menandakan divestasi perdana kami sejak listing (LMIR) Trust pada 2007 dan juga sejalan dengan portofolio kami yang berkelanjutan strategi optimasi."
Menurut Liew, selain dua pusat perbelanjaan tadi, pihaknya juga akan terus mencari akuisisi strategis dan oportunistis lain yang mampu menunjukkan prospek pertumbuhan yang menarik. Ia juga akan melaksanakan inisiatif peningkatan aset untuk mengoptimalkan nilai portfolio perusahaan.
Sekedar informasi, Pejaten Village merupakan pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan yang terdiri atas enam tingkat (termasuk ruang bawah tanah) dan tempat parkir bawah tanah, dengan total luas kotor lantai 91.749 meter persegi dan total luas leasable net 42.184 meter persegi. Konstruksi perbelanjaan ini sendiri selesai pada 2008 lalu.
Sedangkan Binjai Supermall, merupakan pusat perbelanjaan di Sumatra Utara yang terdiri atas tiga tingkat dan dengan total luas kotor lantai 44.153 meter persegi dan total leaseable net 23.431 meter persegi yang selesai dibangun pada 2007.
(wk/nidy)