Penerbangan Domestik Sepi Imbas Tiket Mahal, Penumpang Rute Internasional Justru Naik
Nasional

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan bahwa kondisi penurunan penumpang untuk penerbangan domestik justru berbanding terbalik dengan rute internasional.

WowKeren - Mahalnya tiket pesawat berdampak pada menurunnya jumlah penumpang. Selama kurun waktu Januari-November 2019, tercatat jumlah penumpang domestik mengalami penurunan sebesar 19,4 persen jika dibanding periode tahun sebelumnya.

Menurunnya jumlah penumpang akibat mahalnya harga tiket pesawat juga diakui oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. Menurutnya, meskipun harga tiket pesawat untuk rute domestik sudah mengalami penurunan, namun penurunan tersebut masih belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.

"Ini masih mengalami penurunan yang cukup dalam," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/1). "Harga tiket dibanding tahun lalu memang masih mahal."

Adapun penumpang untuk penerbangan rute domestik paling banyak tercatat di Bandara Soekarno-Hatta Banten dengan jumlah 17,4 juta orang. Jumlah ini merupakan 24,96 persen dari total penumpang domestik. Sementara itu, posisi terbanyak kedua dipegang oleh Bandara Internasional Juanda dengan 5,7 penumpang rute domestik.


Meski demikian, jumlah ini berbanding terbalik dengan penumpang rute internasional. Jumlah penumpang dengan rute penerbangan internasional justru mengalami peningkatan.

"Agak berbeda situasinya dengan penerbangan domestik," kata Suhariyanto. Dalam kurun waktu yang sama, jumlah penumpang penerbangan rute internasional naik sebesar 4,76 persen atau sebesar 17,1 juta orang dibanding tahun lalu. Adapun jumlah penerbangan internasional terdapat di Bandara Soekarno-Hatta Banten lalu disusul dengan Bandara Ngurah Rai di Denpasar.

Sebelumnya, mahalnya harga tiket pesawat juga diakui oleh Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Sehingga menurutnya, wajar saja jika banyak wisatawan yang mengeluhkan kondisi tersebut. Untuk itu, pemerintah akan berupaya untuk mencarikan solusi.

"Ya memang kenyataannya begitu, wajar aja kalau wisatawan mengeluh," kata Wishnutama di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Senin (23/12). "Karena memang cukup mahal dan kami akan berusaha terus untuk menekan harga tiket, mencari jalan."

Mahalnya harga tiket pesawat tak hanya berdampak pada tren wisata yang menurun, namun juga okupansi hotel. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai harga tiket pesawat menjadi pertimbangan bagi wisatawan asing.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait