Kepala Lapas Perempuan Bandung Rafni Trikoriaty Irianta akan menyerahkan ikan-ikan berbahaya tersebut ke Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 06 Januari 2020 - 19:32 WIB
WowKeren - Seorang anak berusia 1,5 tahun menjadi korban gigitan ikan aligator di Lapas Perempuan Bandung. Insiden itu menyebabkan bocah tersebut mengalami luka di bagian tangan.
Terkait hal ini, pihak lapas angkat bicara. Mereka menyatakan bahwa ikan aligator tersebut merupakan pemberian keluarga tahanan yang saat ini sudah bebas.
"Itu ikan ada dua," kata Kepala Lapas Perempuan Bandung Rafni Trikoriaty Irianta di Kota Bandung, Senin (6/1). "Ada yang kasih sekitar delapan bulan lalu. Katanya dari mantan narapidana, sekarang sudah bebas."
Ia pun mengaku kaget terkait insiden yang menimpa bocah malang tersebut. Ia sempat kesal lantaran tidak satu pun dari staf nya yang melaporkan bahwa ikan-ikan tersebut ternyata berbahaya.
"Terus terang saya kaget dan turut prihatin. Saya juga marah ke staf saya karena tidak melaporkan kalau ikan-ikan itu ternyata berbahaya," lanjut Rafni. "Dan mereka mengatakan ikan itu dipelihara ketika masih kecil, tidak tahu kalau dipelihara sudah besarnya seperti itu. Usianya diperkirakan 8 bulan."
Untuk selanjutnya, Rafni akan menyerahkan ikan-ikan berbahaya tersebut ke Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Ia mengaku bahwa memang ada perintah untuk dimusnahkan, namun ada stafnya yang tidak melakukannya.
"Memang perintahnya harus dimusnahkan," tutur Rafni. "Tapi salah satu staf saya tidak memusnahkan ikan itu. Ikan tersebut hanya diamankan dengan maksud pihak kanwil melihat bukti ikannya."
Oleh sebab itu sesuai yang disarankan, ikan tersebut akan dikembalikan. "Kami telah menerima saran untuk dikembalikan ke Balai Perikanan, pasti akan segera kita lakukan itu," imbuh Rafni.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebab pada dasarnya, area kolam merupakan tempat bermain untuk pengunjung anak.
"Dipindahkan itu karena saya tidak ingin kejadian seperti itu terjadi lagi," lanjut Rafni. "Karena area kolam sebenarnya merupakan tempat bermain untuk pengunjung anak."
(wk/zodi)