Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengaku belum diketahui apakah kedua kapal itu dikirim untuk menggantikan 2 kapal yang sudah ada, atau justru untuk menambah kekuatan di perairan Natuna Utara.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 07 Januari 2020 - 15:05 WIB
WowKeren - Polemik yang terjadi di perairan Natuna, Kepulauan Riau, semakin memanas. Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman mengungkap bahwa Tiongkok tengah mengirim 2 kapal coast guard tambahan ke perairan Natuna Utara.
Hingga kini, sudah ada 3 kapal coast guard Tiongkok. 2 di antaranya bertahan di perairan Natuna Utara.
Pihak Bakamla sendiri kini tengah mengamati pergerakan kapal-kapal Tiongkok tersebut. Pasalnya, belum diketahui apakah kedua kapal dikirim untuk menggantikan 2 kapal yang sudah ada, atau justru untuk menambah kekuatan di situ.
"Kelihatannya ada perkuatan," tutur Achmad dilansir CNN Indonesia pada Selasa (7/1). "Nah apakah perkuatan ini memang memperkuat atau mengganti yang ada, nanti kami akan lihat perkembangannya."
Menurut Achmad, Bakamla telah mendeteksi 2 kapal coast guard Tiongkok tersebut bergerak dari Nansha, Tiongkok, menuju perairan Natuna Utara. Pihak Bakamla juga mengaku melihat 1 kapal logistik Tiongkok dalam kondisi siaga. Jadi, total ada 3 kapal Tiongkok dalam perjalanan.
Selain itu, sejumlah kapal nelayan Tiongkok juga disebut berada di kawasan utara perairan Natuna. "Nah apakah dua ditarik, dua masuk, jadi tetap tiga. Atau memang ditambah karena ada juga saya lihat dia menyiapkan kapal logistik," lanjut Achmad.
Menanggapi tambahan kapal coast guard Tiongkok tersebut, Achmad mengklaim bahwa Bakamla akan mengambil tindakan. Meski enggan mengungkapkan strategi apa yang akan diambil secara spesifik, Achmad menyampaikan bahwa Bakamla saat ini juga tengah mengirim 2 kapal dari Batam untuk menambah armada yang berpatroli di perairan Natuna Utara.
"Kami imbangi strateginya mereka. Rahasia (untuk unit kapal yang dikerahkan)," terang Achmad. "Yang jelas kami kirim dua kapal Bakamla dari Batam."
Lebih lanjut, Achmad mengaku bahwa Bakamla akan mengawal kapal nelayan Indonesia yang mencari ikan di perairan Natuna Utara. Meski demikian, ia mejelaskan bahwa ombak di perairan Natuna Utara kini sedang tinggi.
"Nah apakah nelayan kita mampu, itu nanti kita lihat. Jadi kami akan mengedepankan keselamatan," pungkas Achmad. "Tetapi bagaimana cuaca itu sangat akan menentukan bergerak atau tidak."
(wk/Bert)