Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa setelah ini akan ada tindak lanjut dari lembaganya namun terlebih dahulu menunggu keputusan dari KPK.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 Januari 2020 - 17:50 WIB
WowKeren - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman angkat bicara mengenai penangkapan salah satu komisionernya, Wahyu Setiawan. Ia menyebut bahwa penangkapan atas Wahyu bisa memberikan pengaruh pada kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara Pemilu tersebut.
"Tergantung penetapan nanti statusnya seperti apa ya. Ya tentu publik akan terpengaruh soal ini," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1). Ia mengatakan bahwa setelah ini akan ada tindak lanjut dari lembaganya itu.
Namun, terkait langkah detail apa yang akan dilakukan, hal itu akan disampaikan nanti. Sebab, KPU harus terlebih dahulu menunggu keterangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami akan jelaskan nanti detail apa langkah yang akan kami lakukan, bagaimana publik agar tetap percaya kepada apa yang kami kerjakan," lanjut Arief. "Nanti kami akan berikan keterangan detail setelah ada keterangan dari KPK soal status Pak Wahyu."
Selanjutnya, ia meminta agar semua kegiatan KPU agar berjalan seperti biasa, seperti yang ada di tingkat kabupaten dan kota. Ia pun menyebutkan bahwa dirinya juga melakukan pelantikan terhadap empat orang anggota KPU.
"Saya udah minta KPU provinsi, KPU kabupaten, KPU kota untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa," tutur Arief. "Hari ini saya juga melakukan pelantikan empat orang anggota KPU dari empat kabupaten/kota yakni Kabupaten Sidrap, Kabupaten Palopo, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Palopo."
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1). Adapun penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. "Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap," kata Ketua KPK Firli dilansir Kompas, Kamis (9/1).
(wk/zodi)