Jumlah Terus Meningkat, DPR Minta Pemerintah Cermat Impor Garam
Nasional

Pemerintah diminta untuk lebih berpihak pada petani lokal dan juga BUMN garam karena jika jumlah impor terus meningkat maka akan berimbas pada stok garam lokal yang menumpuk.

WowKeren - Meski memiliki wilayah kelautan yang cukup luas, Indonesia yang sejatinya mampu menghasilkan garam sendiri nyatanya masih tergantung dengan garam impor. Sepanjang 2019, jumlah impor garam adalah sebesar 2,75 juta ton.

Jumlah ini diperkirakan meningkat, mengingat pemerintah berencana untuk mengimpor garam sebanyak 2,92 juta ton untuk industri. Terkait hal ini, pemerintah diminta lebih cermat dalam mengambil keputusan terkait impor garam.

Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Baidowi mengingatkan agar jangan sampai ada mafia impor dibalik kebijakan untuk mengimpor garam industri. "Apakah harus selalu NaCl sekian, apakah tidak bisa dikurangi? Dari pengelola petani juga mengatakan NaCl cukup tinggi. Jangan sampai ini akal-akalan mafia impor," kata Baidowi dilansir CNBC Indonesia, Rabu (15/1).


Menurutnya, ada seseorang yang memiliki kepentingan dalam bidang bisnis, khususnya garam, sehingga membuat kuota impor garam kian membengkak. "Pasti ada orang yang berkepentingan bisnis garam di balik kuota impor garam. Kalau nggak punya bisnis impor garam mana mungkin," imbuh Baidowi.

Tidak semua garam bisa digunakan untuk proses industri. Garam yang diperlukan untuk industri harus memiliki kadar NaCl tertentu, yakni 97 persen. Petani Indonesia memang menghasilkan garam, namun disebut-sebut kadar garamnya tidak mencapai 97 persen sehingga tidak memenuhi untuk kebutuhan industri.

Ia meminta agar pemerintah bisa lebih berpihak pada petani lokal maupun BUMN PT Garam. Sebab, jika impor garam dalam kuota besar terus berlanjut, maka akan berdampak pada stok garam lokal yang kain menumpuk. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan harga garam lokal anjlok.

Sementara itu, mantan anggota Komisi VI DPR RI 2014-2019 Bambang Haryo mengungkap bahwa di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi periode sebelumnya, jumlah impor garam terbesar pernah terjadi. Kala itu, Indonesia mengimpor 3,5 juta ton garam dari luar negeri. "Jangan sampai kebiasaan kita impor garam tapi sebenarnya tidak digunakan industri tapi bocor ke konsumen masyarakat," kata Haryo masih dilansir CNBC Indonesia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait