Sebuah video yang memperlihatkan seorang nenek yang dianiaya karena dituduh mencuri mangga menjadi viral di media sosial. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 23 Januari 2020 - 12:42 WIB
WowKeren - Sebuah postingan di media sosial kembali menjadi sorotan warganet. Kali ini, sebuat video yang diunggah oleh akun @Kensar_ yang dibagikan ulang oleh @merapi_news menjadi viral di Twitter.
Pasalnya, dalam video berdurasi 30 detik tersebut menampilkan seorang nenek yang menjadi korban penganiayaan. Nenek bernama Rubingah (60) itu ditendang, diseret, dan dianiaya oleh seorang pria karena dituduh mencuri mangga di Pasar Gendeng, Pramabanan, Sleman.
Tentunya sikap yang tak sepatutnya ini membuat geram warganet hingga tak sedikit yang mengecam aksi pelaku tersebut. Kasus penganiayaan terhadap lansia ini lantas ditangani oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polsek Prambanan, Aiptu Ahmad Muchlis, menjelaskan pihaknya telah memanggil pelaku penganiayaan, perekam video, dan pedagang yang mengaku mangganya dicuri Rubingah. “Tetap diperiksa, dilakukan penyelidikan untuk mencari siapa yang memviralkan," ujar Muchlis di Polsek Prambanan, Rabu (22/1).
"Kasus ini tidak akan berhenti, tetap akan disidik secara tuntas baik yang melakukan kekerasan juga pencuriannya," sambungnya. "Kita tidak tinggal diam, saat ini masih proses penyelidikan. Polsek Prambanan berusaha mencari kebenarannya."
Lebih lanjut, Muchlis mengatakan jika pihaknya masih mencari keberadaan nenek berusia 60 tahun tersebut yang hingga kini masih menghilang. “Kita lihat perkembangannya kita tidak tahu kondisi Rubingah seperti apa, belum tahu," terangnya. "Tunggu sampai proses berkembang lagi."
Sementara itu, pelaku penganiayaan yang bernama Ngadirin (60) telah diamankan oleh polisi. Ia juga mengaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf.
Ia menedang Nenek Rubingah karena spontan mendengar perempuan berusia senja itu diteriaki maling oleh pedagang pasar. "Yo menyesal. Sekarang sing cetho yo diunekke maling (yang jelas ada suara teriak maling) itu lho," ujar Ngadirin di Polsek Prambanan, Rabu (22/1). "Refleks karena teriakan maling itu. Kalau ada maling itu kan pasti pada teriak-teriak. Udah gitu aja."
Pria yang berdagang ketela tersebut mengakui telah dua kali menendang Nenek Rubingah. “Kembang (yang dibawa Rubingah) mawut-mawut (berserakan) itu kulo tendang (saya tendang) Tendang dua kali. Di tas, dan tangan itu,” katanya.
(wk/nidy)