Pemberlakuan biaya administrasi sebesar Rp 1.000 untuk top up saldo OVO sempat menjadi sorotan para penggunanya minggu lalu. Merespon hal tersebut, bos OVO, Karaniya Dharmasaputra pun buka suara.
- Nidya Putri
- Senin, 27 Januari 2020 - 14:41 WIB
WowKeren - Pekan lalu, OVO dikabarkan akan memberlakukan biaya sebesar Rp 1.000 untuk setiap kali isi ulang secara instan. Ketentuan ini sendiri bakal berlaku mulai 2 Maret 2020 mendatang.
Merespon pernyataan tersebut, Presiden Direktur Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra mengungkapkan biaya Rp 1.000 merupakan angka yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia layanan yang lain. Ia mengaku jika dirnya masih membuat agar biaya tersebut tetap terjangkau meski banyak biaya yang akan ditanggung perusahaan.
"Kami itu di-charge oleh bank, perusahaan switching dan sebagainya," ujar Karaniya dilansir detikcom, Senin (27/1). "Nah Rp 1.000 ini, saya ingin tekankan kami nggak ambil untung sama sekali, nggak ambil profit."
Lebih lanjut, Karaniya menjelaskan dalam menghadirkan layanan top up ini, OVO telah bekerja sama dengan berbagai mitra seperti bank, penyelenggara switching, dan merchant di mana OVO sebagai perusahaan dikenakan biaya. Biaya top up ini sedndiri ditetapkan untuk mengurangi beban operasional dan infrastruktur.
Kemudian, meskipun ada biaya Rp 1.000 setiap kali isi ulang ada sejumlah komponen biaya yang masih harus ditanggung oleh OVO. "Kasarnya saya nggak ambil untung, ini hanya untuk mengurangi biaya saja," tegasnya.
Sebelumnya diketahui jika ada beberapa aplikasi yang terkena kebijakan baru dari OVO ini. Yakni bila pelanggan mengisi ulang saldo OVO melalui ATM, internet atau mobile banking, Tokopedia, serta OVO Booth.
Tak hanya itu, penyesuaian terhadap biaya administrasi isi ulang saldo OVO juga berlaku bila menggunakan kartu debit. Tarif sebesar 2% dari total nominal yang diisikan akan diberlakukan setiap isi ulang.
Namun demikian, masih ada alternatif isi ulang saldo OVO lain yang bebas biaya administrasi. Yakni bila pelanggan melakukan isi ulang melalui mitra Grab yang masih satu perusahaan dengan OVO. "Tapi jangan khawatir, Top Up melalui Abang Grab tetap GRATIS," demikian kutipan pesan dari OVO.
(wk/nidy)