Proyek revitaliasi Monas hingga saat ini masih menjadi polemik di sejumlah pihak. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno pun memberikan pesan 'adem' untuk masyarakat terkait masalah tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 Januari 2020 - 23:52 WIB
WowKeren - Proyek revitalisasi Monas beberapa waktu terakhir menjadi polemik yang disorot oleh masyarakat. Keadaan yang semakin memanas ini lantas membuat Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut buka suara.
Sandi meminta agar rencana revitalisasi Monas tak memecah belah masyarakat. "Monas ini ikon pariwisata juga Ibu Kota Jakarta, ini milik bersama jangan juga karena penataan Monas ini kita terpecah belah," ujarnya di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/1). "Tapi kita satukan, kita susun sesuai dengan rencana awal dan komunikasikan dengan baik."
Lebih lanjut, Sandi mengatakan jika rencana revitalisasi Monas bukanlah hal baru. Pasalnya, rencana tersebut sudah ada sejak 1990-an hingga akhirnya direalisasi tahun lalu.
"Ini ada tentunya yang diseminasi informasi yang secara menyeluruh disampaikan oleh Pemprov DKI," tuturnya. "Setahu saya revitalisasi Monas itu sudah ada jauh-jauh hari tahun 90-an sudah ada perencanaannya dan setelah itu ada beberapa kali penyesuaian dan juga ada melewati beberapa periode gubernur. Terakhir baru diselenggarakan sayembaranya kan baru tahun lalu."
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menilai jika revitalisasi Monas memang diperlukan. Namun, ia meminta agar ada sinergi antarlembaga yang dikedepankan dalam penataan tersebut.
"Monas itu harus terus direvitalisasi, harus," terang Sandi. "Terus dipastikan untuk mereka misalnya penghijauan dengan adanya MRT ini bagaimana penataan. Terus juga ada kemarin ini tempat buat pasar UMKM bagaimana ditata dengan lebih baik sehingga memberikan kesempatan usaha para UMKM."
Sandi juga berharap agar revitalisasi mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, proses ini juga harus mendengarkan masukan dari masyarakat dan melihat kebutuhan warga Jakarta di kawasan tersebut.
"Harus sesuai dengan kekinian (revitalisasi), harus sesuai makanya diadakan sayembara kemarin. Harus sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat selama ini juga menginginkan Monas sebagai paru-paru kota," jelasnya. "Saya sering pakai Monas untuk lari sebenarnya. Saya pakai Monas untuk kegiatan olahraga, beberapa kegiatan yang sudah dituliskan pergub itu selama ini tempat sarana masyarakat berkumpul, ada kegiatan sosial, ada kegiatan budaya, juga sebagai ikon pariwisata itu juga bisa sebagai penggerak."
"Dan ke depan Monas itu jadi MRT Stop juga, kan ada stasiun MRT di situ," sambungnya. "Jadi itu nanti sebagai saran penghubung transportasi jadi permasalahannya konvergensif dan harus duduk bersama, harus dipastikan penataan Monas ini harus bermanfaat bagi warga Jakarta."
(wk/nidy)