Di Tengah Wabah Corona, Erick Thohir Siagakan BUMN
Nasional

Wabah virus Corona membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiagakan para perusahaan berpelat merah. Terutama BUMN yang mengurusi arus masuk dan keluar penumpang lewat darat, laut maupun udara.

WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi sorotan seluruh dunia. Menurut data terbaru, Minggu (2/2), Pemerintah Tiongkok mencatat jumlah korban meninggal akibat virus tersebut telah mencapai 361 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang semakin membesar, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun memperingatkan perusahaan-perusahaan pelat merah untuk selalu aktif memantau penyebaran virus dengan nama 2019-nCoV. Terutama untuk BUMN yang mengurusi arus masuk dan keluar penumpang lewat darat, laut maupun udara.

Erick bahkan meminta PT Angkasa Pura (AP) I, AP II, Pelindo, dan Garuda Indonesia untuk memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan. Mulai dari mendeteksi dan melakukan pemantauan secara intensif terhadap penumpang yang datang.

Terutama dari negara-negara yang telah terkonfirmasi terinfeksi virus Corona. "Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, saya minta agar BUMN-BUMN meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya virus corona, jangan lengah," ujar Erick lewat keterangannya, Minggu (2/2).


Erick juga mengintruksikan AP I, AP II, hingga Pelindo yang menyediakan layanan bandara dan pelabuhan harus menyediakan sejumlah peralatan. Termasuk mengaktifkan alat thermal scan yang diletakkan di jalur menuju gate imigrasi.

Selain itu, ia juga meminta agar BUMN terkait terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam mencegah masuknya penyebaran virus corona. "Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya. "Saya minta BUMN-BUMN terkait tidak main-main dengan prosedur keamanan kesehatan yang telah ditetapkan."

Rumah sakit-rumah sakit milik BUMN juga telah disiagakan penuh dengan menyediakan fasilitas ruang isolasi terhadap pasien dengan gejala penyakit paru paru dan saluran pernapasan. Di sisi lain, Garuda Indonesia juga siap membantu Pemerintah bila dibutuhkan untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dalam situasi yang dibutuhkan sesuai dengan aturan yang diterapkan Pemerintah setempat.

Sementara itu, BNI Hong Kong telah membantu penyebaran masker untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Dengan koordinasi Kementerian BUMN, BNI-RNI-Garuda akan mengirimkan sekitar 25.000 masker untuk masyarakat Indonesia di Hong Kong dalam waktu paling lambat lusa.

"Saya apresiasi BNI yang bergerak cepat membantu masyarakat Indonesia di Hongkong," pungkasnya. "Masyarakat Indonesia di Hongkong termasuk yang paling besar, untuk membantu mengantisipasi virus corona, BNI mengirimkan masker melalui Garuda, yang kemudian akan dibagikan di BNI cabang Hongkong. Semoga dapat membantu masyarakat Indonesia di sana."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait