Tiga Mahasiswa Sultra Tak Lewati Prosedur Karantina Usai Tiba Dari Hubei, Kenapa?
Nasional

Indonesia telah melakukan proses evakuasi warganya yang berada di Hubei. Tak disangka, ada tiga mahasiswa yang tak lewati prosedur karantina setelah tiba di Tanah Air. Kok Bisa?

WowKeren - Dunia sedang diguncang dengan berita mewabahnya virus corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus misterius ini pada awalnya muncul di pasar ikan dan hewan yang terletak di Wuhan dan terus menyebar ke kota-kota bahkan hingga negara-negara lainnya.

Akibatnya, WHO telah mendeklarasikan virus corona dengan status gawat darurat. Hal tersebut membuat Pemerintah Indonesia akhirnya turun tangan untuk melakukan proses evakuasi terhadap warganya yang masih terjebak di wilayah Hubei.

WNI yang sudah dipulangkan ke Indonesia lantas harus menjalani sejumlah prosedur pemeriksaan hingga karantina terlebih dahulu demi mengantisipasi adanya orang yang terkena virus corona. Namun, tiga mahasiswa asal Kabupaten Koname Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) baru-baru ini kembali ke Tanah Air dari Hubei tanpa menjalani prosedur pemeriksaan.

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan bagian dari 10 mahasiswa asal Konawe Utara yang menempuh studi di Hubei University of Arts And Science dan tinggal di Kota Xiangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok. Ketiganya bernama Putri Yocphita Tri Resky, Aziza Arista Widya dan Fingki Dwi Salas.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, La Ode Aminuddin menjelaskan jika ketiganya telah pulang pada minggu lalu. "Mereka sekarang sudah berada di Konawe Utara dan pulang minggu lalu," kata Aminuddin seperti dilansir CNNIndonesia, Minggu (2/2).


Saat kabar virus corona mulai mewabah di Tiongkok, Aminuddin mengatakan jika pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bupati Konawe Utara Ruksamin dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka lantas menghubungi tempat mahasiswa Konut tersebut kuliah.

Dari hasil kooordinasi, tiga mahasiswa dipastikan pulang ke Indonesia. Meski demikian, ketiganya diduga sama sekali tidak sempat dikarantina saat pulang di Kendari Sulawesi Tenggara. Aminuddin pun menjelaskan jika ketiganya diklaim aman dari virus corona lantaran tempat tinggal mereka jauh dari Wuhan.

"Sebenarnya mereka masih aman-aman karena jarak tempat tinggal mereka dengan Kota Wuhan sekitar 200 kilometer," jelas Aminuddin. "Namun dengan petunjuk KBRI, maka mereka pulang lebih awal."

Sementara itu, ketujuh mahasiswa asal Konut lainnya masih berada di Tiongkok. Mereka berkuliah di Chifeng University dan memutuskan untuk tidak pulang ke Tanah Air dengan alasan tempat tinggal masih aman dari virus corona.

"Tujuh orang aman jauh dari virus. Jaraknya seperti dari Jakarta ke Kota Kendari. Sekarang mereka masih aman-aman dan saya baru bicara dengan mereka," tutur Aminuddin. "Tapi mereka sendiri masih merasa aman katanya di sana."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait