Tim Cagar Budaya 'Dilangkahi' Soal Izin Formula E, Pemprov DKI Dicurigai Palsukan Surat
Nasional
Kontroversi Formula E

Pemprov DKI Jakarta mengaku sudah mengantongi izin dari Kemensetneg soal penggunaan kawasan Monas sebagai tempat pelaksanaan ajang Formula E. Namun rupanya ada 'tabir' di balik klaim tersebut.

WowKeren - Pelaksanaan Formula E DKI Jakarta pada pertengahan 2020 mendatang terus menemui aral. Sebagai pengingat, Kementerian Sekretaris Negara melarang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sirkuit di kawasan Monas.

Namun akhirnya keputusan Kemensetneg ini diubah, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun keputusan ini rupanya diambil "melangkahi" Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), sebab sang ketua, Mundardjito, mengaku tak tahu-menahu soal izin perhelatan internasionla tersebut.


"Tidak diberitahu juga, jadi diam saja gitu. Saya enggak tahu (soal rekomendasi). Kita (TACB) enggak bikni, kan saya ketuanya," kata Mundardjito, dilansir CNN Indonesia pada Rabu (12/2).

Polemik itu pun turut ditanggapi oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. Prasetio menuding Anies dan jajarannya sudah memanipulasi surat balasan soal ajang balap Formula E yang dikirimkan kepada Mensetneg Pratikno pada Selasa (11/2).

"Kami tidak menghambat yang namanya kegiatan internasional Formula E," ujar Prasetio di Kemensetneg, Jakarta, Kamis (13/2). "Tapi kami sebagai ketua dewan dari fraksi kami (PDIP), melihat ada manipulasi lagi, seakan-akan Pak Mundardjito mengiyakan padahal belum dikonfirmasi."

Oleh karena itu Prasetio mengusulkan agar pelaksanaan Formula E tak dilaksanakan di kawasan Monas karena termasuk cagar budaya. Ia lantas menyarankan lokasi-lokasi lain yang lebih memungkinkan.

Salah satunya Ancol yang dinilai lebih luas dan terbuka. Selain itu akses penonton juga mudah sehingga potensi pemasukan juga lebih besar.

"Penonton masuk, bisa dapat uang dari tiket atau hotel. Makanya di sini saya konfirmasi karena saya juga baru sehat nih dari kecapekan mikirin masalah Jakarta," terangnya.

Prasetio juga mengkritik Pemprov DKI Jakarta yang sampai kini tak memberikan promosi memadai untuk pelaksanaan Formula E. "Saya mohonlah pak gubernur, kalau mau balapan, silakan. Saya juga masih balapan loh hari ini. Tapi saya masih tahu aturan. Promosinya juga ini apa? Kalau saya sebagai atlet, kan promosinya dulu. Ini mana? Enggak ada," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts