Alasan Menteri BUMN Erick Thohir 'Sentil' PT Telkom Terkuak
Nasional

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir sempat menyindir PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) atau PT Telkom sebagai BUMN yang enak karena pendapatannya banyak ditopang oleh anak perusahaan.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat "menyentil" PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) atau Telkom. Erick menyindir Telkom sebagai BUMN yang enak karena pendapatannya banyak ditopang oleh anak perusahaan, yakni Telkomsel.

Kini, Erick pun mengungkapkan alasannya memberikan sindiran tersebut. Rupanya, Erick mengaku tak bermaksud mendiskreditkan Telkom atau perusahaan BUMN lain, namun sentilan tersebut diberikan demi memacu BUMN berinovasi.


"Kemarin saya bicara, bukan, mohon maaf mendiskreditkan Telkom atau beberapa perusahaan BUMN, tapi saya lebih dalam memacu mereka untuk inovasi," terang Erick pada Kamis (20/2). Oleh sebab itu, Erick berharap agar Telkom bisa melahirkan model bisnis baru.

Lebih lanjut, Erick menyebut bahwa perkembangan teknologi telah melahirkan sebuah disrupsi yang tak bisa dihindari. "Karena itulah kenapa kemarin Telkom tidak ada maksud mendiskreditkan, tapi saya ingin supaya mereka ini berusaha metamorfosis dengan yang sedang terjadi di era digital ini tidak hanya jadi penonton," jelas Erick.

Telkom sendiri disebut Erick memiliki kekuatan besar dari sisi jaringan dan database. Menurut Erick, database merupakan "new oil", sebagaimana yang juga telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, Erick mengingatkan agar jangan sampai database tersebut jatuh ke tangan asing. Pasalnya, database bisa dimanfaatkan sebagai daya tahan ekonomi nasional.

"Sayang sekali kalau database atau jaringan ini diambil oleh pihak asing," ungkap Erick. "Yang mana kita selalu bicarakan database ini adalah new oil, data mining ini adalah new business."

Sebelumnya, "sentilan" terhadap Telkom itu disampaikan Erick dalam Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) 2020 pada Rabu (12/2) pekan lalu. Ia menyebut bahwa jika Telkomsel bisa mendapatkan untung seperti itu, maka lebih baik Telkom sebagai induk perusahaannya tak perlu ada.

"Enak jadi Telkom. Telkomsel dividen, revenue (pendapatan) Telkomsel digabung ke Telkom, hampir 70 persen," kata Erick saat itu. "Mendingan enggak ada Telkom. Langsung saja dimiliki BUMN, dividennya jelas."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts