Tersangka Tragedi Susur Sungai Akhirnya Buka Suara Soal Isu Digunduli Polisi
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman dan perwakilan PGRI DIY serta LKBH PGRI DIY pun mengunjungi Polres Sleman untuk meninjau langsung kondisi ketiga tersangka tragedi susur sungai.

WowKeren - Penampilan ketiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, yang menjadi tersangka tragedi susur sungai Sempor sempat menjadi sorotan. Ketiga tersangka itu disebut-sebut telah digunduli oleh pihak kepolisian.

Menanggapi dugaan penggundulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman dan perwakilan PGRI DIY serta LKBH PGRI DIY pun mengunjungi Polres Sleman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi ketiga tersangka tersebut.


"Saya selaku Penjabat Kadinas Pendidikan Sleman ingin tahu bagaimana sesungguhnya dari pembina pramuka ini di tahanan Polres Sleman," jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono, di Mapolres Sleman pada Rabu (26/2) hari ini. "Ini poin paling penting yang perlu kami sampaikan. Karena kita tahu bahwa mereka sedang menjalani proses hukum."

Menurut Arif, para tersangka mengaku telah menjalani proses hukum tanpa tekanan. Arif juga menyebut bahwa permintaan untuk mencukur habis rambut hingga botak datang sendiri dari para tersangka.

"Saya sudah mendengar sendiri bahwa mereka mengikuti proses hukum ini," ungkap Arif. "Tidak ada tekanan atau penggundulan, bahkan sesuai permintaan mereka supaya mereka di sini sama seperti tahanan lain."

Dengan demikian, Arif meminta agar pihak-pihak yang memberikan komentar terhadap isu ini harus memahami duduk perkaranya terlebih dahulu. "Jadi saya kira begini kita harus tahu persis bagaimana duduk perkaranya, ini justru saya datang untuk memastikan bagaimana keadaan dari para pembina Pramuka di Polres Sleman ini ternyata tidak ada masalah kaitannya kesehatan, termasuk pemotongan rambut," ujar Arif.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, seorang tersangka yang berinisial IYA mengaku bahwa kondisinya selama berada di tahanan Polres Sleman baik-baik saja. IYA mengaku bahwa polisi memperlakukannya dengan baik.

"Jadi di sini kami baik-baik saja," ucap IYA. "Tidak ada tekanan apapun, kami diperlakukan baik."

Terkait isu penggundulan yang beredar, IYA menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan berdasarkan permintaannya sendiri. IYA menyebut bahwa pihaknya meminta digunduli demi keamanan.

"Jadi kalau gundul itu memang permintaan kami. Jadi pada dasarnya demi keamanan, karena kalau saya tidak gundul banyak yang melihat saya itu (mudah dikenali)," pungkas IYA. "Kalau gundul kan sama-sama di dalam gundul juga jadi ini permintaan kami. Termasuk pakaian juga kami samakan kalau berbeda nanti saya juga takut. Tapi kalau di dalam sama-sama gundul, bajunya juga sama, jadi melihatnya enggak terlalu bisa spesifik ke saya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts