Dinas Kesehatan Bali menjelaskan bahwa pada mulanya ada dua orang WNI yang diobservasi usai pulang umrah, satu laki-laki dan satu perempuan. Satu pasien (perempuan) tersebut dinyatakan negatif corona.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 Maret 2020 - 15:39 WIB
WowKeren - Dinas Kesehatan Bali melaporkan ada sebanyak 7 orang pasien yang diduga terjangkit virus corona. Ketujuh pasien tersebut saat ini tengah menjalani observasi di Pulau Dewata tersebut.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya. Salah seorang dari mereka merupakan warga negara Indonesia yang baru saja pulang dari ibadah umrah di Arab saudi. WNI ini dirawat di Minggu (1/3) lalu di RSUD Wangaya di Kota Denpasar.
Ia menjelaskan bahwa pada mulanya ada dua orang WNI yang diobservasi usai pulang umrah, satu laki-laki dan satu perempuan. Satu pasien (perempuan) tersebut dinyatakan negatif corona. Sedangkan yang lainnya masih menunggu hasil pengujian laboratorium.
"WNI itu, warga lokal Bali. Yang setelah umrah, ada dua pasien (suspect corona) dari habis umrah," jelas Suarjaya di Denpasar, Selasa (3/3). "Satu laki dan satu perempuan umur 67 tahun. Yang satu negatif. Tinggal satu lagi saja yang masih menunggu (hasil laboratorium toraks)."
Sedangkan pasien lainnya ada yang berasal dari Jepang maupun Rusia. Pasien-pasien tersebut dirawat di rumah sakit yang berbeda. Satu pasien dirawat di RSUP Sanglah di Denpasar, satu lainnya di RSUD Mangusada di Kabupaten Badung. "Satu pasien lainnya di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar dan 3 pasien di RSUD Tabanan," jelas dia.
Oleh sebab itu, Dinkes masih menunggu hasil uji toraks pasien-pasien ini untuk memastikan apakah mereka terjangkit corona atau tidak. Sementara itu terkait umrah sendiri, pemerintah Arab Saudi telah menutup pintu bagi para pengunjung yang hendak ke Masjid Nabawi.
Meski demikian, Arab rupanya masih bisa "kecolongan" usia ditemukan adanya kasus pertama pasien yang positif terkena corona. Pasien tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Iran, negara di Timur Tengah yang paling banyak terdampak corona. Adanya pasien positif corona ini membuat pemerintah setempat mengawasi ketat dua masjid suci umat Islam yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
(wk/zodi)