Seorang Nenek Diisolasi Di Yogya Usai Umrah, Positif Corona?
Nasional

Seorang nenek menjalani perawatan dan isolasi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta setelah menjadi 'suspect' virus corona usai menuaikan ibadah umrah. Bagaimana hasilnya?

WowKeren - Kabar virus corona masuk ke Yogyakarta mulai muncul setelah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito mengonfirmasi telah merawat 6 pasien suspect virus corona hingga Selasa (3/3). Lima dari enam pasien tersebut telah dinyatakan negatif virus corona.

"Dirawat di airborne yang masuk kriteria pengawasan 4 pasien WNA Tiongkok dan sudah kembali negara asal," kata Ketua Tim Airborne Disease RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati, Selasa (3/3). "Dan sesuai alur sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan sampai Kementerian Kesehatan."

"Satu pasien lagi WNI dengan hasil negatif (virus corona) dan kondisi baik sudah keluar dari rumah sakit begitu dikatakan negatif," sambungnya. "Dan tidak berat gejalanya. Dan kontrol dengan kondisi baik."

Sementara satu pasien lainnya masih menjalani perawatan. Pasien tersebut merupakan seorang nenek berusia 75 tahun yang datang ke RSUP Sardjito pada Senin (2/3) usai dirujuk dari RSUD Yogyakarta. Saat ini, nenek tersebut tengah menjalani isolasi di RSUP Sardjito.


Nenek ini diketahui baru saja menjalani ibadah umrah sehingga terindikasi terjangkit virus corona. Namun, Ketua Tim Penyakit Virus Menular RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Ika Trisnawati menyebut gejala nenek itu lebih mengarah pada penyakit Middle East respiratory syndrome-related coronavirus (MERS-CoV).

"Jadi yang haji dan umrah adalah MERS," kata Ika seperti dilansir CNNIndonesia, Selasa (3/3). "Pasien yang kami tangani saat ini wanita usia lanjut sepuh 75 tahun. Tidak terkena virus pun kalau pulang haji itu mesti batuk. Apalagi usia lanjut ketahanan sistem pernapasan maupun organ lain akan berbeda dengan usia muda."

Lebih lanjut Ika menjelaskan jika nenek tersebut selama perawatan mengalami tanda-tanda terkena infeksi paru-paru. Namun infeksi tersebut dikatakan lebih mengarah pada bakteri dan bukannya virus lantaran adanya peningkatan angka lekosit atau sel darah putih.

"Kemungkinan virus, wabah corona itu kemungkinan paling akhir. Kemungkinan paling dekat adalah infeksi paru akibat pertama karena lanjut usia, atau bronkitis akut atau pneumonia bakteri," jelas Ika. "Memang kita rawat standar infeksi paru-paru pada umumnya. Jadi tidak memperlakukan khusus covid-19 karena treatment covid-19 tidak ada treatment-nya jadi hanya suported."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait