Sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan meliburkan siswa dan pegawainya selama 2 pekan sejak Selasa (3/3) kemarin. Pasalnya, ada salah satu pengajar yang menjalani pemeriksaan terkait virus Corona.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 04 Maret 2020 - 13:09 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona (Covid-19) diketahui telah memasuki Indonesia. Presiden Joko Widodo sendiri telah mengonfirmasi adanya 2 warga Indonesia yang positif terjangkit virus Corona dan kini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, DKI Jakarta.
Menyusul konfirmasi kasus Corona pertama di Indonesia ini, sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan pun meliburkan siswa dan pegawainya selama 2 pekan sejak Selasa (3/3) kemarin. Menanggapi hal itu, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali pun menyetujui dan membenarkan tindakan sekolah tersebut.
"Mekanismenya sudah benar, terkait dengan tanggap itu," tutur Marullah di Jakarta, dilansir Antara pada Rabu (4/3). Meski demikian, Marullah mengaku belum mendapat informasi lengkap soal guru yang terindikasi atau menjadi suspect virus Corona di sekolah internasional tersebut.
Menurut Marullah, Kementerian Kesehatan biasanya langsung memberikan sejumlah prosedur terkait hal tersebut. "Biasanya kalau kondisinya seperti itu Kemenkes sudah berikan sejumlah prosedur tetap," jelas Marullah.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan terkait sekolah yang meliburkan siswanya terkait Corona. "Itu (meliburkan) inisiatif sekolah sendiri, karena kami tak pernah mengeluarkan instruksi," ujar Momon.
Terlepas dari hal itu, Momon mengaku bahwa pihaknya tak bisa mengintervensi lebih lanjut terkait kebijakan tersebut. Pasalnya, pembinaan sekolah internasional berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bukan Dinas Pendidikan.
Sebelumnya, sebuah sekolah di Jakarta Selatan meliburkan siswa dan pegawainya karena ada salah satu pengajar yang menjalani pemeriksaan terkait virus Corona. "Sambil menunggu hasilnya negatif atau tidak guru itu, selama 14 hari diliburkan," tutur pimpinan keamanan sekolah tersebut, Firmansyah, dilansir CNN Indonesia.
Menurut Firmansyah, pengajar tersebut telah dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk diperiksa. Sebelum menjalani pemeriksaan, guru wanita tersebut sudah tak masuk sejak Senin (2/3).
(wk/Bert)