Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendesak agar Wali Kota Depok tidak membuat kegaduhan seputar wabah virus corona (covid-19) yang pertama terjadi di wilayahnya.
- Ruth Meliana
- Kamis, 05 Maret 2020 - 09:59 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah mengumumkan kasus pertama virus corona yang telah masuk ke Indonesia. Virus covid-19 dilaporkan telah menyerang dua warga Depok, Jawa Barat.
Terdeteksinya virus corona di wilayah tersebut sebelumnya telah membuat Wali Kota Depok yaitu Mohammad Idris Abdul Somad ikut angkat berbicara. Namun, pernyataan dari Idris seputar virus corona justru menuai kritikan setelah dirinya diberitakan membocorkan identitas kedua pasien tersebut.
"Yang dibutuhkan itu kejelasan apa langkah-langkah taktis yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Depok," ujar Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto dalam pernyataannya, Selasa (3/3). "Bukan dengan menyebar data pasien, seperti nama, pekerjaan pasien, foto, alamat rumah."
Kini, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok, Hamzah juga turut mengkritik Walkot Depok. Menurutnya, Idris seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat mengganggu kekondusifan masyarakat terkait virus corona. Selain itu, Hamzah mendesak agar Idris dapat melindungi hak-hak warga termasuk pasien tersebut.
"Bahwa kepala daerah itu kan harus membuat kekondusifan masyarakatnya dan juga harus menjaga hak-hak masyarakat itu sendiri," kata Hamzah seperti dilansir Detik, Rabu (4/3). "Kalau sudah menyebutkan nama, kondisi pasien atau penyakitnya itu kan melanggar UU, baik UU kesehatan maupun UU keterbukaan publik."
"Jadi seharusnya Pak Wali harus berhati-hati, syukur-syukur memang tidak menyebutkan itu (identitas pasien)," sambungnya. "(Meski) mendapatkan dari medsos, kan kasihan efeknya dari pasien dan keluarganya mendapatkan tekanan."
Lebih lanjut Hamzah mengatakan jika sosok Idris sebagai pemimpin seharusnya mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat. Dibongkarnya identitas pasien tersebut oleh Idris justru membuat masyarakat semakin panik. Apalagi, saat ini beredar isu jika nasib Depok bisa seperti kota Wuhan, Tiongkok yang menjalani isolasi.
"Intinya bahwa kita sebagai publik untuk memberikan ketenangan, kenyamanan, kekondusifan terhadap masyarakat kita karena corona itu isu internasional bukan isu lokal," jelas Hamzah. "Kalau kita memberikan statement yang membuat gaduh, membuat masyarakat panik, kalau Depok benar diisolasi pemerintah pusat kan kasihan semuanya."
Sebelumnya, Idris mengaku mendapatkan data pribadi kedua pasien yang positif corona di akun media sosial. Ia juga membantah telah menyebutkan nama dan alamat pasien. "Saya dapat dari medsos (media sosial). Saya tidak menyebut nama. Saya tidak menyebut alamat (pasien positif corona)," tegas Idris di Cilodong, Depok pada Rabu (4/3).
(wk/lian)