Curah hujan yang masih cukup tinggi memicu ancaman akan penyakit demam berdarah dengue (DBD), khususnya di wilayah Jakarta sehingga warga diminta tak hanya fokus ke corona namun juga waspada DBD.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Maret 2020 - 10:27 WIB
WowKeren - Wabah virus corona yang menyebar dengan cepat di sejumlah negara berhasil menyedot perhatian penduduk dunia. Begitu pula di Indonesia, ketika belum lama ini ditemukan adanya 2 orang pasien yang terjangkit corona sontak membuat publik khawatir.
Bahkan kepanikan sempat membuat masyarakat berlomba-lomba untuk menyetok bahan makanan. Namun sayangnya, di tengah bahaya corona, masyarakat Indonesia juga dihadapkan pada ancaman demam berdarah dengue (DBD).
Pasalnya, curah hujan terkadang masih cukup tinggi, terutama yang ada di Jakarta. Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap DBD di tengah merebaknya wabah corona.
"Karena curah hujan terkadang masih cukup tinggi dan ini berpotensi DBD," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Kamis (5/3). "Jangan nanti karena fokus pada virus corona malah lengah dengan ancaman DBD."
Kemenkes mengingatkan warga Jakarta terkait ancaman tersebut, mengingat di daerah lain sudah mulai muncul kasus DBD. "Apalagi akhir-akhir ini kita melihat begitu banyak kasus demam berdarah, jadi ini ada peluang," kata Siti.
Baik corona maupun DBD sama-sama menunjukkan gejala demam. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak mengesampingkan gejala demam yang mereka alami.
"Takutnya karena fokus corona, lalu demam satu atau dua hari dan kemudian tidak menunjukkan gejala," ujar Siti. "Masyarakat tidak menganggap adanya kemungkinan terjangkit demam berdarah."
Perlu dicatat bahwa dalam kasus demam berdarah, masa kritis justru terjadi pada hari ketiga dan keempat, dimana pada waktu ini suhu sudah mulai menurun. Karena demam sudah menurun maka sang penderita berpikir dirinya sehat. Padahal tidak.
Sepanjang Januari hingga awal Maret, 94 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah. Kasus kematian akibat DBD banyak terjadi di zona merah seperti Nusa Tenggara, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Adapun secara nasional, total kasus DBD mencapai lebih 14.716.
(wk/zodi)