Juru bicara pemerintah RI untuk urusan wabah virus corona, Achmad Yurianto, menjelaskan mengapa pasien kasus 06 dan 14 lebih cepat dinyatakan negatif dibanding pasien kasus 01 dan 02.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 11 Maret 2020 - 11:33 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (Covid-19) diketahui telah masuk ke Indonesia. Jumlah kasus corona di Indonesia sendiri telah melonjak menjadi 27 pasien hingga Selasa (10/3).
Meski demikian, 2 pasien di antaranya telah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Pasien kasus ke-6 dan kasus ke-14 rupanya sudah negatif virus corona kala menjalani pemeriksaan ulang.
Hal ini lantas menimbulkan sejumlah pertanyaan. Mengapa pasien kasus 06 dan 14 lebih cepat dinyatakan negatif dibanding pasien kasus 01 dan 02?
Juru bicara pemerintah untuk urusan wabah virus corona, Achmad Yurianto, pun buka suara. "Berarti paparannya tidak sebanyak yang diterima kasus 01," ungkap Yuri dilansir detikcom pada Rabu.
Lebih lanjut, Yuri pun menjelaskan tentang indeks infeksi. Menurutnya, indeks infeksi dihitung berdasarkan jumlah kuman yang masuk, lalu dikali dengan peluang seseorang menderita sakit.
"Jadi indeks infeksi itu ada variabelnya. Indeks infeksi itu perhitungannya begini, jumlah kuman yang masuk dikali dengan virulensi, virulensi itu peluang untuk menjadi sakit banget gitu lho," ungkap Yuri. "Jadi artinya kalau makin jahat virusnya, makin cepat infeksi. Kalau makin banyak virus yang masuk, makin cepat infeksi."
Selain itu, Yuri juga memberi contoh profesi yang mudah terkena virus, yakni petugas rumah sakit yang kerap berinteraksi dengan pasien. Yuri pun menilai bahwa pasien 06 dan 14 kemungkinan lebih sedikit menerima paparan dari orang positif corona, sehingga mereka lebih cepat dinyatakan negatif. Meski sudah dinyatakan negatif corona, kedua pasien tersebut masih harus melewati pemeriksaan sekali lagi hingga akhirnya boleh diizinkan pulang.
"Mungkin kalau ketemu kontak positif mungkin dansanya sebentar, yang satunya dansanya lama banget. Itu kan akhirnya memengaruhi dosisnya," terang Yuri. "Kalau virusnya dianggap sama, maka variabelnya tinggal dua, seberapa banyak jumlah virus yang mengenai dia, dan daya tahan tubuh. Jumlah virus itu sama dengan lamanya paparan."
Sebagai informasi, pasien kasus 06 adalah seorang anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Sedangkan pasien kasus 14 adalah seorang pria berusia 50 tahun yang tertular virus corona di luar negeri.
(wk/Bert)