Warga Lebak Melahirkan di Jalan Rusak, Gubernur Mengaku Tak Heran
Nasional

Seorang warga Cibarani terpaksa melahirkan di pinggir jalan rusak pada Senin (9/3) karena akses puskesmas di Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak dari tempat tinggalnya sangat jauh.

WowKeren - Gubernur Banten Wahidin Halim buka suara mengenai warga yang melahirkan di jalan rusak. Ia mengaku tidak heran dengan peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Cibarani bernama Sari terpaksa melahirkan di pinggir jalan rusak pada Senin (9/3). Pasalnya, akses puskesmas di Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak dari tempat tinggalnya sangat jauh yakni 20 kilometer. Alhasil, Sari pun "kebrojolan" di tengah jalan.

Wahidin mengatakan bahwa daerah tersebut memang masih tertinggal. Selain itu, anggaran yang ada juga tidak cukup untuk melakukan pembangunan.

"Ya memang daerah keterbelakangan, anggaran tidak cukup, wilayah luas," kata Wahidin di Pemprov Banten, Serang, Rabu (11/3). "Kalau provinsi kan sudah bikin jalan provinsi, kita lakukan."


Seperti diketahui, Lebak merupakan salah satu daerah di Banten yang cukup luas. Di kabupaten-kabupaten juga masih banyak ditemui jalanan yang rusak. hal ini lantaran pembangunan yang belum bisa dilakukan secara merata.

Meski demikian, Wahidin mengatakan jika Pemprov Banten sudah mengalokasikan anggaran untuk kabupaten dan kota. "Anggaran keuangan kita kasih, bantuan keuangan pemerintah provinsi," ujar Wahidin.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Okavia Jayabaya mengatakan akan segera melakukan evaluasi puskesmas terkait warganya yang melahirkan di jalan rusak. "Tadi sudah dibicarakan, makanya kita evaluasi dari puskesmas-puskesmas, kita kan ada gerakan masyarakat melalui Perbup Tahun 2016 Nomor 26 terkait pemasangan bendera di rumah ibu hamil," kata Iti di Lebak, Banten, Selasa (10/3).

Sementara itu, Kades Cibarani Dulhani menilai jika kejadian tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah. Apalagi, sejak dimekarkan pada 2010, puskesmas pembantu juga belum didirikan di desa. "Saya sudah mengajukan seribu kali ke dinas kesehatan, tidak ada jawaban, padahal tanah sudah siap, kendalanya puskesmas yang jauh," keluh Dulhani dilansir Detik, Rabu (11/3).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait