Imbauan untuk tetap #DiRumahSaja terus dilakukan. Lantas bagaimana situasi polusi di wilayah DKI Jakarta saat ini? Berikut peringkat kualitas udara ibu kota di dunia.
- Ruth Meliana
- Selasa, 31 Maret 2020 - 16:06 WIB
WowKeren - Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat setiap harinya. Pemerintah Indonesia pun telah memberikan imbauan bagi masyarakat untuk menerapkan work from home (WFH), belajar dari rumah hingga gerakan kampanye #DiRumahSaja di media sosial sebagai langkah menekan penyebaran virus corona.
Provinsi DKI Jakarta saat ini menjadi wilayah yang terdampak virus corona terparah di Indonesia. Imbauan untuk WFH sendiri di Jakarta telah mulai berjalan selama dua pekan. Lantas bagaimana kondisi udara di ibu kota saat ini?
Dilansir dari laman resmi AirVisual (situs penyedia peta polusi di dunia) hingga Selasa (31/3) pukul 15.00 WIB, polusi udara di Jakarta cukup baik. Ibu kota Indonesia ini terlihat berada di peringkat 42 dunia dengan polusi udara terburuk.
Nilai air quality index (AQI) atau tingkat keparahan kualitas udara di Jakarta pada hari ini adalah 73. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Sementara suhu udara 28 derajat celcius.
Nilai AQI Jakarta juga menunjukkan jika kualitas udara berada di level sedang atau moderate. Padahal, biasanya Jakarta selalu berada di peringkat teratas.
Sementara itu, peringkat polusi terburuk di dunia ditempati oleh Beijing, Tiongkok. Kemudian disusul oleh Chiang Mai di Thailand, Krakow di Polandia, Yangon di Myanmar, dan Bangkok di Thailand. Peringakat tersebut terus berubah setiap menitnya.
Data dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI, hingga Selasa (31/3) sendiri menyatakan baru ada 2.612 perusahaan yang sudah menerapkan langkah-langkah pencegahan virus corona, salah satunya dengan WFH. Kemudian beberapa perusahaan lain menerapkan sistem shift bagi karyawannya agar tak perlu ke kantor setiap hari.
(wk/lian)