Marak terjadi diskriminasi terhadap sejumlah korban virus corona di Indonesia, begini cara aman menolak stigma dengan membantu tetangga yang terkena COVID-19.
- Ruth Meliana
- Jumat, 03 April 2020 - 15:29 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami kenaikan dimana hingga hari Jumat (3/4), dilaporkan telah ada 1.790 pasien positif COVID-19. Hal ini tentunya membuat jumlah masyarakat dengan status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga melesat.
Peningkatan pasien positif, OPD, hingga PDP COVID-19 tentunya telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi jika ada tetangga yang diketahui masyarakat memiliki kasus virus corona. Tak jarang timbul stigma maupun diskriminasi terhadap orang-orang yang terkena virus corona maupun yang berstatus PDP dan ODP.
Padahal, orang-orang yang harus mengisolasi diri akibat terkena virus corona tentunya membutuhkan dukungan moral dari sesama. Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar tidak mengucilkan tetangga mereka yang terkena virus corona.
Dilansir dari laman resmi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, masyarakat bisa tetap membantu tetangga yang sedang mengisolasi diri akibat corona. Hal ini bisa diterapkan secara aman oleh masyarakat.
Tips pertama adalah mencoba membanti dengan memenuhi kebutuhan makanan atau keperluan harian tetangga yang sedang diisolasi. Barang-barang yang sudah didapatkan dapat diletakkan di bagian rumah tetangga yang aman seperti pagar dan teras sehingga tidak perlu menyerahkan secara langsung.
Tips kedua adalah selalu memastikan kondisi tetangga yang diisolasi baik-baik saja. Tidak perlu menjenguk secara langsung, namun manfaatkan teknologi komunikasi seperti telepon, mengirim pesan lewat WhatsApp, dan sebagainya.
Tips ketiga adalah bisa membantu dengan terus bersiap untuk menghubungi tim medis. Hal ini harus dilakukan jika kondisi tetangga yang sedang melakukan isolasi tiba-tiba memburuk dan membutuhkan bantuan.
Sementara jika perlu membantu tetangga secara langsung, maka masyarakat diminta melengkapi diri dengan alat pelindung sesuai standar. Jika tidak memilikinya, dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan adalah tidak menyebarkan berita negatif terkait kondisi tetangga tersebut. Masyarakat juga bisa membantu dengan cara paling sederhana yaitu tidak mengucilkan keluarga tetangga itu.
(wk/lian)