Sandiaga Uno ikut menanggapi soal heboh konflik kartu pra kerja yang menyeret nama Belva sebagai salah satu (stafsus) presiden Jokowi. Ia meminta agar stafsus tidak membuat kepercayaan masyarakat menurun.
- Wahyu
- Sabtu, 18 April 2020 - 15:27 WIB
WowKeren - Pemerintah telah meluncurkan sejumlah program untuk membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi COVID-19, salah satunya Kartu Prakerja. Akan tetapi program tersebut menuai polemik karena salah satu lembaga yang ditunjuk adalah Ruangguru milik Adamas Belva Syah Devara, salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengaku prihatin dengan polemik potensi adanya konflik kepentingan yang menyeret anggota staf khusus kepresidenan. Sebab menurutnya, kepercayaan terhadap pemerintah menjadi hal yang sangat penting terlebih di tengah penanganan pandemi Covid-19 saat ini.
"Saya sangat prihatin pada saat yang sangat dibutuhkan di mana kepercayaan rakyat kepada pemerintah, ini tentunya menjadi hal yang sangat-sangat penting terjadi polemik yang ditimbulkan oleh benturan kepentingan atau potensi benturan kepentingan. Yang terjadi dalam penyaluran program-program yang berkaitan dengan bantuan langsung kepada rakyat," kata Sandiaga melansir Kumparan, Sabtu (18/4).
Sandiaga mengatakan mungkin saja niat Stafsus Jokowi baik. Ia menyebut jika para stafsus terpilih adalah para pengusaha muda yang sukses di bidang start up dan memiliki kinerja luar biasa membangun unicorn.
Sandi pun berharap agar stafsus milenial dapat menahan diri agar tak menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat. "Walaupun niatnya kita baik awalnya dalam membantu program pemerintah, tapi standar yang harus kita lalui atau satu sekat-sekat yang harus kita pagar-pagar yang harus kita lalui untuk memastikan kepercayaan publik tinggi itu harus betul-betul dijalankan," tegasnya.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada para stafsus milenial untuk menyampaikan informasi secara transparan. Harapannya adalah tidak ada kecurigaan terkait konflik kepentingan dalam program pemerintah.
"Kita harus memastikan tidak ada potensi benturan kepentingan dan informasi itu disampaikan secara transparan, akuntabel reponsible, independen, dan juga penuh dengan keadilan," tuturnya.
Sandi beranggapan kredibilitas tinggi dari pemerintah saat ini dibutuhkan untuk menghadapi krisis akibat Corona. "Pada saat in,i pemerintahan perlu diberikan tingkat kredibilitas yang tinggi karena kita menghadapi krisis Corona dan setiap kebijakan pemerintah ini harus masyarakat yakini," pungkas Sandi.
Dalam permsalahan ini, Belva menjelaskan jika ia tak terlibat dalam penunjukkan tersebut. Ia juga menyatakan siap mundur jika ada konflik kepentingan terkait penunjukkan tersebut.
(wk/wahy)