Wabah Corona Bikin Restoran Tutup dan Rugi, Gelombang PHK Kian Membesar
Reuters
Nasional

Adanya wabah corona membuat bisnis kuliner begitu terdampak. Pasalnya, sejumlah restoran terpaksa ditutup dan merugi. Hal ini tentunya menciptakan gelombang PHK baru yang cukup besar.

WowKeren - Pandemi corona di Indonesia memberikan pukulan telak di sektor ekonomi. Salah satunya bisnis restoran yang terdampak karena pusat-pusat perbelanjaan pun membatasi kegiatan operasional bahkan hingga dilakukan penutupan aktivitas.

Hal ini membuat, lapak kuliner yang di mal mau tak mau harus ditutup. Hingga saat ini, sudah ada 6.800 restoran yang tutup sementara imbas pandemi COVID-19. Itu baru jumlah bisnis kuliner di dalam mal bukan yang berada di tempat lain.

"Yang pasti dari mal saja itu sudah hampir lebih dari 6.800 restoran tutup," kata Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin dilansir Detikcom, Senin (20/4).

Lebih lanjut, ia menjelaskan setidaknya ada 700 mal di Indonesia yang di dalamnya berdiri gerai-gerai kuliner. Wabah corona membuat sebagian besar pusat perbelanjaan berhenti beroperasi. Sedangkan bisnis restoran yang paling terdampak kondisi ini terdapat di Pulau Jawa dan Bali.


Namun memang ada beberapa restoran yang masih bisa buka di dalam mal, misalnya yang di area lobi. Itu pun tak melayani makan di tempat. "Yang di dalam mal karena dari 700 sekian mal di Indonesia itu yang di Jawa Bali kan tutup tuh paling banyak hampir 60%," terangnya. "Itu sudah tutup semua. Jadi yang di mal sudah praktis tutup."

Ditutupnya 6.800 restoran, membuat lebih dari 200 ribu karyawan bisnis kuliner tersebut dirumahkan hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). "Jadi kalau dilihat dari karyawan yang dirumahkan (dan di-PHK) itu bisa lebih dari 200 ribu kali itu," katanya.

Di tengah pandemi corona, pengusaha restoran mengalami kerugian yang tak sedikit. Kerugian yang dialami tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 triliun hingga Juni jika wabah masih belum juga mereda. "Kemarin sih saya perkirakan sama teman-teman saja tuh hampir Rp 2 triliun ada tuh (kerugiannya) perkiraan sampai Juni ya," ungkapnya.

Oleh karena itu, pengusaha restoran terpaksa menghentikan karyawan harian dan mem-PHK karyawan tetap. "Soalnya ada beberapa restoran yang mereka memprediksi 'sudah nih, saya nggak akan ambil risiko bahwa ini akan buka lagi bulan Juni atau bulan Mei akan selesai masalah (Corona)', dia langsung potong sampai Desember. Sampai Desember nggak akan buka lagi langsung di-PHK," terangnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait