Napi Asimilasi Berpotensi Buat Masalah Baru, Polri Kerjasama Dengan Pemerintah Daerah Beri Pembinaan
Nasional

Polri menyebut bahwa napi yang bebas karena program asimilasi kemungkinan akan membuat masalah baru. Kendati demikian, Polri bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membuat pembinaan.

WowKeren - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menilai langkah pemberian program asimilasi dan integrasi terhadap narapidana di tengah wabah corona akan berpotensi membuat masalah baru. Para mantan napi tersebut kemungkinna akan kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Terlebih di tengah pandemi corona seperti saat ini banyak perusahaan yang justru mengurangi jumlah karyawan dan melakukan PHK secara massal. Sehingga hal ini nantinya ditakutkan akan berdampak pada beberapa aspek.

"Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan baru karena saat dibebaskan mereka akan kesulitan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah wabah Covid-19, yang tentu saja akan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta keamanan," kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komisaris Jenderal Agus melalui keterangan resmi, Senin (20/4).


Sementara itu, program asimilasi ini juga mengurangi kepadatan penjara. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1238/IV/OPS.2/2020 yang ditandatangani Kabaharkam, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta agar pihak kepolisian mencegah terjadinya kejahatan jalanan imbas dari pembebasan mantan narapidana ataupun anak binaan tersebut.

"Surat Telegram ini mengarahkan kepada para Kasatgaspus, Kasubsatgaspus, Kaopsda, Kasatgasda, Kaopsres, dan Kasatgasres agar mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam rangka Harkamtibmas guna mencegah meningkatnya angka kejahatan, khususnya kejahatan jalanan," kata Agus.

Kendati demikian, kini Polri diimbau untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah seperti RT/RW untuk melakukan pengawasan dan juga pembinaan terhadap napi yang mendapatkan asimilasi tersebut. "Memberikan pelatihan membuat masker dengan menggunakan Balai Latihan Kerja, mengikuti program padat karya, dan proyek dana desa," tambah Agus.

Dengan begitu diharapkan nantinya napi asimilasi bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu, kegiatan operasi dan razia akan dilakukan ke semua sektor. "Menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang tertangkap tangan terutama para pelaku yang membahayakan keselamatan masyarakat," tambah Idham.

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait