RSUD Kota Bogor ditutup sementara lantaran sebanyak 51 tenaga medisnya dinyatakan positif COVID-19 melalui rapid test. Sedianya mereka akan menjalani tes PCR hari ini (22/4).
- Elvariza Opita
- Rabu, 22 April 2020 - 15:43 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota Bogor akhirnya memutuskan untuk menutup salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayahnya pada hari ini, Rabu (22/4). Keputusan ini diambil pasca 51 tenaga medis di RSUD Kota Bogor dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani rapid test.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim memastikan hanya layanan kesehatan selain COVID-19 yang akan ditutup sementara. Sedangkan untuk layanan kesehatan penanganan pasien COVID-19 tetap beroperasi dengan normal.
"Terkait dengan upaya kita di rumah sakit umum daerah, saya coba koordinasikan dengan kepala dinas kesehatan untuk menutup sementara layanan non-COVID-19," ujar Dedie ketika dijumpai di rumah dinasnya, Rabu (22/4). "Karena situasinya tidak memungkinkan lagi untuk rawat jalan non-COVID-19, karena berisiko. Sangat berisiko."
Sementara itu ke-51 tenaga medis yang sudah dikonfirmasi positif COVID-19 ini sudah menjalani isolasi di salah satu hotel di Kota Bogor. Sedianya mereka akan menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) untuk memastikan perihal keberadaan virus Corona di dalam tubuh mereka.
RSUD Kota Bogor merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien corona. Dedie mengatakan berdasarkan data per Rabu (22/4) di Kota Bogor ada 66 positif corona.
Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 143 orang. Adapun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1.005.
Kejadian rumah sakit "panen" pasien positif COVID-19 dari kalangan tenaga medis ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya Rumah Sakit Kariadi di Semarang, Jawa Tengah juga mengalami kejadian serupa kendati tak sampai ditutup.
Kala itu sampai 46 tenaga medis yang dinyatakan positif tertular COVID-19. Hal ini bermula dari operasi pembedahan yang dilakukan terhadap salah satu pasien, yang belakangan terungkap juga mengidap COVID-19.
Perihal ke-46 tenaga medis RSUP Kariadi Semarang ini pun sudah sampai ke telinga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar pun sigap menyediakan tempat untuk ke-46 tenaga medis itu mengisolasi diri.
(wk/elva)