Polisi mengakui pusat ritel seperti minimarket menjadi sasaran kejahatan di tengah penerapan PSBB di Jabodetabek yang bersamaan menjelang puasa Ramadan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 22 April 2020 - 19:47 WIB
WowKeren - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diberlakukan di sejumlah daerah guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19). Namun penerapan kebijakan ini bukan tanpa risiko.
Polisi mengakui pusat ritel seperti minimarket menjadi sasaran kejahatan di tengah penerapan PSBB di Jabodetabek yang bersamaan menjelang puasa Ramadan. Hal ini pun juga telah dibenarkan oleh pelaku usaha ritel.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi mengungkapkan jika ada bermacam-macam modus yang digunakan oleh pelaku. Oleh sebab itu, hal-hal semacam ini harus segera diantisipasi.
"Sebenarnya hampir sama dengan tahun-tahun kemarin," kata Fernando dilansir CNBC Indonesia, Rabu (22/4). "Mendekati hari raya ada peristiwa seperti ini. Kita perlu segera antisipasi."
Oleh sebab itu untuk menghindari terjadinya perampokan minimarket di malam hari, ia meminta agar polisi terus melakukan patroli. "Iya dong (diharapkan ada patroli). Justru saya dapat info dari salah satu anggota Aprindo itu kejadian pas patroli polisi lewat situ. Ini sangat baik," ujar Fernando.
Fernando yakin jika pihak kepolisian bisa bergerak cepat untuk mengurangi pelaku perampokan minimarket. Pasalnya, ia khawatir bukan hanya pengusaha saja yang dirugikan namun juga keselamatan karyawan yang bertugas. Begitu pula dengan pengunjung yang tengah membeli bahan kebutuhan.
"Kita yakin kepolisian nggak bisa tinggal diam, karena gimana pun ini diharapkan pemerintah untuk salurkan dan menyediakan produk-produk makanan," lanjut Fernando. "Sehingga terjamin juga keamanan buat pengunjung dan karyawan."
Lebih lanjut, ia meminta agar masing-masing perusahaan mempertimbangkan kebijakan jam operasional toko. Meski pada umumnya jam operasional toko sampai pukul 10 malam saja, namun ada sejumlah minimarket yang buka hingga 24 jam.
"Asosiasi imbau, dengan pengelolaan risiko manajemen di masing-masing perusahaan, sudah bisa dipertimbangkan mana yang kira-kira perlu dibuka sampai malam," jelas Fernando. "Penilaian lokasi rawan atau tidak. Kita yakin anggota Aprindo sudah punya parameter-parameter ukuran sendiri demi keamanan.
(wk/zodi)