Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akan segera menerapkan PSBB menyusul kian tingginya angka pasien positif COVID-19 di wilayah tersebut, yang mirisnya bersamaan dengan masuknya bulan suci Ramadan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 23 April 2020 - 15:28 WIB
WowKeren - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan segera diterapkan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Yang pertama "mencicipinya" adalah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.
Padahal, pada saat bersamaan, bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Dan sudah menjadi tradisi soal keberadaan pasar dadakan jelang berbuka, yang biasanya khusus menjual makanan serta minuman ta'jil.
Menanggapinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun menegaskan bahwa berjualan ta'jil tetap diperbolehkan. Hanya saja ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti pernyataan Khofifah berikut.
"Sebetulnya PSBB tidak melarang orang jualan lho, jangan salah," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (22/4). "Tetapi jangan sampai ada kursi di situ. Boleh beli kalau tempatnya drive thru."
Khofifah kembali menekankan, PSBB bukan membuat segala bentuk aktivitas sosial menjadi terlarang. Hanya saja ada batasan-batasan yang mesti diperhatikan. "Pada posisi seperti ini, saya kira penting sekali peran dari Satpol PP," tegas mantan Menteri Sosial itu.
Namun Pemprov Jatim akan berusaha memaksimalkan pelaksanaan PSBB ini. Salah satunya dengan memfasilitasi para pedagang supaya bisa berjualan secara daring.
"Saya sudah minta Pak Kadisperindag untuk memberikan fasilitas agar para pedagang ini bisa berjualan secara online," ungkap Khofifah, dilansir dari Suara Surabaya, Kamis (23/4). Salah satu bentuknya adalah Lumbung Pangan Jatim yang baru diluncurkan.
Lewat program itu, masyarakat bisa mengakses kebutuhan sehari-hari dan sembako dengan harga murah. Tak hanya dilayani secara online, Lumbung Pangan Jatim juga melayani transaksi offline di Gedung Jatim Expo, JX Internasional Surabaya, hingga akhir Mei 2020 mendatang.
"Kami siapkan lumbung pangan yang bisa diakses secara online. Kami juga siapkan drive thru-nya. Lalu ada fasilitas gosend dan ada goshop yang menyertai sebagai upaya memudahkan akses bagi masyarakat," tuturnya.
Sayangnya pelaksanaan Lumbung Pangan Jatim secara offline ini menuai banyak pro dan kontra. Pasalnya para warga terpantau berdesakan ketika seharusnya lebih menjaga jarak.
(wk/elva)