AS Janji Beri Indonesia Rp 46 M dan Kirim Ahli Untuk Antisipasi Pandemi Corona
Nasional

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menekankan komitmen kerja sama dengan ASEAN untuk menangani pandemi corona.

WowKeren - Para Menteri Luar Negeri ASEAN mengadakan pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Kamis (23/4) kemarin. Pertemuan bertajuk "ASEAN-U.S. Foreign Minister Meeting on Covid-19" tersebut membahas berbagai hal terkait penanganan pandemi corona.

"Jadi dalam briefing-nya Sekjen ASEAN menyampaikan beberapa informasi antara lain mengenai masalah data confirm cases yang ada di ASEAN," ungkap Menlu RI Retno Marsudi dilansir CNBC Indonesia pada Jumat (24/4). "Per 22 April jumlah confirm cases di ASEAN adalah 33.295 dengan angka kematian 1.240."

Menlu Retno juga mengungkapkan bahwa dalam kesempatan tersebut, Pompeo menekankan komitmen kerja sama dengan ASEAN untuk menangani pandemi corona. AS rupanya berjanji akan mengirim ahli ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

"Komitmen ini antara lain diterjemahkan atau diwujudkan dalam bentuk antara lain keberadaan para ahli Amerika, experts Amerika, experts CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) di negara-negara ASEAN," jelas Menlu Retno. "Termasuk di Indonesia."


Negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump tersebut juga memberikan bantuan dana dengan total senilai USD 35,3 juta atau setara Rp 543,6 miliar kepada kawasan ASEAN. Indonesia sendiri menerima lebih dari USD 3 juta atau setara Rp 46 miliar lewat berbagai organisasi.

Menlu Retno menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan dalam bentuk dukungan atau kerjasama untuk laboratorium, risk communication, surveillance (pengawasan). Selain itu, bantuan tersebut juga diberikan dalam bentuk penyediaan alat-alat kesehatan antara lain APD (alat pelindung diri) dan juga reagen.

"Intinya adalah Amerika menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja bersama dengan ASEAN di dalam penanganan COVID-19 dan juga post economic recovery- nya baik yang tentunya jangka pendek, jangka panjang dan kita akan terus melakukan kerjasama dan tentunya secara teknis nanti para menteri kesehatan ASEAN-AS akan membahas ini dalam pertemuan pada tanggal 30 April," terang Menlu Retno. "Dan dari hasil diskusi ini seperti yang tadi saya sampaikan akan dituangkan di dalam ASEAN-US plan of action 2021-2025 yang menurut rencana akan diadopsi pada saat pertemuan PMC (Konferensi Tingkat Menteri) pada bulan Agustus ini."

Meski demikian, Menlu Retno menegaskan bahwa semua itu masih berupa rencana. Nantinya rencana tersebut baru akan direalisasikan apabila kedua belah pihak, yakni ASEAN dan AS, telah mencapai kesepakatan.

"Sekali lagi, ini adalah masih sifatnya plan, masih di dalam proses," pungkas Menlu Retno. "Tetapi rencananya kalau disepakati oleh kedua belah pihak yaitu ASEAN dan AS maka akan diadopsi oleh PMC dengan AS pada bulan Agustus ini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait