Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Belum Ajukan PSBB, Kota Semarang Gunakan Jurus Ini Untuk Lawan Corona
Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum akan memutuskan untuk mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di keempat wilayah di Semarang Raya.

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak. Hasilnya, Ganjar belum akan memutuskan untuk mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di keempat wilayah di Semarang Raya tersebut.

Menurut Ganjar, rapat tersebut juga menyepakati upaya maksimal penegakan protokol kesehatan dilakukan untuk 2 hari ke depan. Nantinya, keempat wilayah tersebut akan menggencarkan imbauan seperti penggunaan masker dan physical distancing untuk masyarakat.

"Kami belum menuju PSBB, tapi hari ini kami minta semua mengikuti protokol yang baik. Selalu pakai masker dan wajib hukumnya," ungkap Ganjar setelah rapat di Semarang pada Jumat (24/4) hari ini. "Sekali lagi, wajib hukumnya keluar rumah pakai masker dan wajib hukumnya menjaga jarak 1,5 meter."

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan hingga Minggu (26/4). Pada Senin (27/4), masyarakat yang masih tidak mau menaati protokol kesehatan pun akan ditindak tegas.


"Dua hari ini kita akan sosialisasikan. Mulai Senin kita akan melakukan tindakan- tindakan yang lebih keras lagi untuk masyarakat bisa semuanya tertib," jelas Ganjar. "Ini nanti akan kita mulai laksanakan, TNI-Polri semua sudah mendukung dan Bupati/Wali Kota sudah siap berikut perangkatnya dan kita akan sosialisasi terus sekaligus sambil melakukan patroli- patroli."

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, lantas mengaku lebih memilih jurus "Jogo Tonggo" untuk melawan Covid-19. Gerakan pembatasan wilayah non-PSBB tersebut masih disiapkan Peraturan Wali Kota (Perwalkot)-nya oleh pihak Pemkot.

"Sudah kami rapatkan Perwalkot pembatasan wilayah non-PSBB yaitu dengan model 'Jogo Tonggo'. Hari Senin gerakan itu kita berlakukan," terang pria yang akrab disapa Hendi tersebut. "Dasarnya semangat kondisi tanggap bencana, yang nanti akan mengatur tempat kerja, usaha, pendidikan dan kegiatan masyarakat."

Nantinya, penerapan gerakan itu akan didukung dengan keberadaan pos pantau. Pemkot Semarang menyiapkan total 16 pos pantau "Jogo Tonggo".

"Kita menaruh 16 pos pantau, 8 pos ditaruh di perbatasan dengan wilayah lain, 8 pos pantau di kota. Yang setiap pos pantau ada tiga tim patroli," pungkas Hendi. "Anggotanya TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan tenaga kesehatan. Total ada 48 tim patroli."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait