Pandemi COVID-19 Merebak, Kebun Binatang di Indonesia Ikut Ketar-Ketir
Nasional

Humas dan Promosi Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), Sulhan Syafi'i mengatakan jika pemenuhan kebutuhan pakan bagi satwa adalah hal yang prioritas.

WowKeren - Kebun binatang di Indonesia terpaksa harus ditutup menyusul menyebarnya virus corona (COVID-19) di negeri ini. Hal ini pun turut berdampak pada kondisi satwa-satwa di kebun binatang.

Melansir Republika, Jumat (24/4), dari survei internal dari 60 anggota Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), mayoritas pengelola dalam memberikan pakan untuk satwa mereka hanya bisa bertahan sampai kurun waktu satu bulan. Jumlah ini ada sekitar 92,11 persen.

Sedangkan 5,6 persen lainnya mampu bertahan untuk menyediakan pakan selama satu hingga tiga bulan ke depan. Lalu sisanya, 2,63 persen mampu memberikan pakan lebih dari tiga bulan.

Humas dan Promosi Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), Sulhan Syafi'i mengatakan jika pemenuhan kebutuhan pakan bagi satwa adalah hal yang prioritas. Sebab, kebutuhan ini teramat penting untuk kelangsungan hidup satwa.

"Salah satu prioritas mendesak bagi kelangsungan hidup kebun binatang," kata Sulhan masih dilansir Republika. "Khususnya untuk kesehatan dan kesejahteraan satwa koleksinya, adalah penguatan ketahanan pakan."


Merebaknya virus corona menjadi pukulan bagi pengelola kebun binatang di Indonesia. Ia bahkan menyebut kondisi kebun binatang saat ini seolah-olah mati suri sejak ditutup pertengahan Maret lalu.

Untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini, pengelola kebun binatang melakukan berbagai upaya. Misalnya membuat substitusi pakan, mengurangi porsi, hingga pendekatan manajemen pakan lainnya yang mengacu pada etika hewan maupun kesehatan dan kesejahteraan satwa.

Sebab, ada jenis satwa tertentu yang memerlukan pakan khusus. Pakan ini hanya bisa diperoleh dari pemasok khusus dengan perlakuan tertentu. "Kemampuan pakan tidak selalu terkait dengan persoalan finansial," lanjut dia.

Sehingga jikalau pun finansial tersedia namun jika pasokannya tidak ada maka akan menjadi ancaman. Meski demikian, ia tidak menampik jika masalah keuangan menjadi persoalan yang cukup krusial.

Biaya pakan ini berada di tingkat kedua setelah biaya tenaga kerja. Sehingga faktor finansial juga penting untuk memastikan ketersediaan pakan satwa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait