Beragam keluh kesah para pedagang takjil saat bulan Ramadhan di tengah pandemi corona dan pemberlakuan PSBB. Tetap berjualan dan ramai pembeli, namun takut dilarang Satpol PP hingga mengurangi dagangan karena takut tak laku.
- Nidya Putri
- Sabtu, 25 April 2020 - 11:20 WIB
WowKeren - Bulan Ramadhan telah datang menyambut umat Muslim. Sayangnya, pada tahun ini para umat Muslim harus menjalankannya secara berbeda lantaran adanya wabah virus COVID-19.
Di Indonesia sendiri, pada bulan Ramadhan biasanya kerap ditemui penjual takjil atau makanan pembuka puasa yang berjejer-jejer di pinggir jalan. Tradisi ini rupanya tak terlalu berubah meskipun ada wabah corona.
Pasalnya, seorang pedagang takjil seperti Ani masih tetap berdagang meski di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pencegahan penyebaran virus corona. Ani merupakan satu dari pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Baru Depok, Jawa Barat sore ini.
Pada keadaan normal, biasanya di pasar ini sangat ramai penjual takjil dan dijejali pembeli di sore hari jelang buka puasa. Mulai dari pedagang gorengan, cendol, es buah, hingga lauk pauk membuka tenda mereka di parkiran pasar.
Pedagang kaki lima pun menggelar lapak di pinggir jalan secara berjajar hingga ke depan perumahan. "Biasanya di dalam ramai, sampai keluar," kata Ani dilansir CNNIndonesia, Sabtu (25/4). "Masih pada nunggu keputusan boleh apa enggak, katanya tanggal 28."
Diberlakukannya PSBB membuat Ani sebenarnya ragu untuk berjualan di seberang Pasar Baru. Ia takut apabila Satpol PP tak memperbolehkannya berdagang, namun ia pasrah saja apabila memang pemerintah tak memperbolehkan pedagang takjil sepertinya berjualan di tengah PSBB berlangsung.
"Tadi juga bismillah aja lah dagang di sini, mau diangkut ya silakan," ungkapnya. "Habisnya cari duitnya cuma dari sini."
Ani juga mengaku sempat melihat mobil Satpol PP melintas, namun tak ada dagangan yang diangkut. Jadi ia pun tetap berjualan hingga dagangannya habis menjelang waktu berbuka.
Sementara itu, di pasar Ciracar, Jakarta Timur masih ramai pedagang yang berjualan takjil menjelang buka puasa. Pembeli pun ramai berkerumun membeli makanan pembuka puasa.
Dikutip dari CNNIndonesia, keramaian mulai terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Arif (18), salah satu pedagang kebab menyebut tak heran dengan keramaian meski di tengah masa PSBB di DKI Jakarta. "Masih ramai di sini kayak biasa, kayak nggak takut corona," ujarnya.
Di Kota Harapan Indah, Bekasi, khususnya di sekitar Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) juga masih tetap ramai di hari pertama puasa Ramadhan. Banyak pedagang yang masih nekat berjualan takjil menjelang buka puasa, meski tak seramai sebelum-sebelumnya.
Meski berjualan, namun mereka tak menyiapkan banyak stok dagangan lantaran takut tak laku. "Karena ada corona mungkin ya, takut jadi lebih sepi dari tahun-tahun kemarin sih," kata Ibu yang enggan menyebutkan namanya itu, Jumat (24/4). "Tapi kalau dari dagangan saya memang lebih sepi dari sebelumnya."
(wk/nidy)