PT PLN (Persero) Tbk mengumumkan layanan melalui WhatsApp untuk pelanggan melaporkan angka angka stand dan foto kWh meter miliknya. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.
- Nidya Putri
- Rabu, 29 April 2020 - 14:43 WIB
WowKeren - Adanya wabah corona di Indonesia membuat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) turut menerapkan gerakan physical distancing dan work from home. PLN pun membuat kebijakan untuk menagguhkan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan.
Namun, baru-baru ini Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stand dan foto kWh meter.
Pengiriman foto stand meter dan kWh meter dilakukan guna mencegah penyebaran wabah virus corona atas penangguhan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pascabayar.
"Ini bagian dari physical distancing yang kita lakukan, mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona," ujar Yuddy dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
Untuk tata cara pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stand meter melalui WA antara lain:
- Siapkan nomor kWh meter dan foto stan meter
- Buka aplikasi WhatsApp dan kirim pesan melalui nomor 08122 123 123
- Ketik 2 untuk lapor pemakaian pascabayar
- Selanjutnya ikuti langkah-langkah yang ada dalam WhatsApp
Pelaporan angka stand meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggaan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp. Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya.
Di sisi lain, Executive Vice President Corporate Communication PLN, I Made Suprateka melalui Manager PT PLN Intan Fahdiana menyampaikan, kebijakan stand meter diberlakukan untuk menjamin layanan dan kepuasan pelanggan. "Stand Meter ini merupakan salah satu cara yang diberikan oleh PLN kepada pelanggan, agar memudahkan pelanggan, karena ada pelanggan yang merasa kurang sreg kalau dihitung-hitung rata-rata," ujarnya.
Apabila ada pelanggan yang tidak mengirimkan foto maka dinilai tidak menjadi permasalahan. Pihaknya akan menghitung stand meter dengan metode rata-rata.
Untuk pengiriman foto stand meter sendiri tidak memiliki deadline kapan akan dikirimkan. "Sebenarnya per orang berbeda-beda, misalnya nih masa catat meter tanggal 25, tapi ternyata belum mengirimkan foto, ya tidak apa-apa, toh ternyata bulan depan bisa," paparnya. "Artinya kalau bulan ini belum melakukan catat meter, tidak masalah, karena PLN punya metode sendiri untuk melakukan hal itu, yakni dengan penghitungan rata-rata 3 bulan terakhir."
(wk/nidy)