Tolak Diisolasi, Pasien Corona Dari Klaster Ijtima Ulama Gowa Justru Ikut Tarawih Berjemaah
Nasional

Pelaksanaan Ijtima Ulama Sedunia di Gowa, Sulawesi Selatan menjadi salah satu klaster wabah COVID-19. Banyak peserta dari berbagai daerah yang tertular dari acara tersebut, termasuk S (57) dari NTB.

WowKeren - Belum lama ini sebuah video yang menunjukkan keras kepalanya seorang pasien positif COVID-19 menjadi viral. Bahkan pasien yang sudah positif COVID-19 itu menolak dibawa ke rumah sakit dan diisolasi.

Belakangan terungkap bahwa pria berinisial S (57) itu merupakan pasien positif COVID-19 nomor 229 yang berasal dari Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia tertular usai mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam video itu terlihat S yang bersikeras menolak dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi. Padahal saat itu ia berhadapan dengan tim Satgas COVID-19 yang bahkan sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Pada kesempatan itu, petugas berusaha membujuk agar S berkenan diisolasi di fasilitas medis. Namun S yang terekam mengenakan jubah dan peci putih itu menjelaskan bahwa dirinya dalam keadaan sehat.


"Ini tidak ada tanda-tanda orang sakit, Pak," ujar S dengan ketus, membantah tim Satgas COVID-19, seperti dikutip dari Suara, Kamis (30/4). "Tidak bisa kayak gini, ini dirusak nama Islam kalau begini."

Perihal positifnya S pun dibenarkan oleh Camat Cakranegara, Erwan. Menurut Erwan, S tak melaporkan diri pasca menjalani uji swab tenggorokan, sehingga tak ada yang mengetahui bahwa S positif terinfeksi virus Corona dan harus diisolasi.

Petugas akhirnya harus datang ke rumah S, namun sang pasien justru tak ada di kediaman. S malah terdeteksi berada di masjid setempat dan sedang melaksanakan salat tarawih berjemaah. Padahal pelaksanaan salat tarawih berjemaah sendiri sudah diimbau untuk tidak dilaksanakan.

Erwan sendiri sempat bersitegang dengan S karena bersikeras enggan menuruti perintah Satgas. "Karena dia menganggap sehat tidak ada gejala," ungkap Erwan.

Namun beruntung akhirnya S berkenan mengikuti arahan dari Satgas COVID-19 untuk kemudian diisolasi di RSUD Mataram. Namun hingga berita ini ditulis belum diketahui bagaimana nasib sesama jemaah di tarawih yang turut dihadiri S tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait