Rencana ini amat tidak sesuai dengan kondisi saat ini di mana di dalam negeri sendiri saja banyak pekerja yang mengalami PHK. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 30 April 2020 - 16:00 WIB
WowKeren - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh menegaskan jika dirinya akan memimpin demo untuk menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Hal itu akan dilakukan jika pemerintah benar-benar akan mendatangkan mereka.
"Kalau ini tetap dipaksakan datang (500 TKA), intelijen kita bisa mengawasi kapan datangnya," kata Abdurrahman dilansir Antara, Kamis (30/2). "Saya akan memimpin langsung demonstrasi, semoga ini bisa menjadi sejarah, ini bisa dikenang sampai 2024."
Abdurrahman menilai jika di tengah menghadapi ancaman pandemi corona seperti sekarang ini, Indonesia lebih baik tidak mendatangkan ratusan TKA. Sebab, hal itu justru berpotensi membawa virus corona baru.
Tak hanya itu, mendatangkan ratusan TKA juga akan memicu gejolak sosial di tengah masyarakat. Ia menegaskan jika langkah ini bukan berarti menunjukkan jika dirinya anti asing.
"DPRD bukan anti asing, kita komitmen bahwa investasi dibutuhkan dan regulasinya harus dipatuhi," tegas Abdurrahman. "Namun hari ini dunia sedang pandemik Covid-19, untuk itu mewakili fraksi kita tolak. Di satu sisi aturan regulasi benar tapi dampak ke depannya dan dampak sosialnya."
Rencana ini amat tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Pasalnya, di dalam negeri sendiri saja banyak pekerja yang mengalami PHK. Sehingga hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan sosial. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Poli bahkan menyatakan akan mengajak untuk menggelar demo di Bandara Haluoleo.
"Apabila tetap berkeras mendatangkan 500 TKA tersebut," kata Muhammad. "Fraksi PKS akan mengajak fraksi PKS yang ada di DRPD Kota Kendari, DPRD Kabupaten Konawe dan DRPD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk turun langsung demonstrasi di Bandara Haluoleo Kendari."
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, membenarkan bahwa ada sekitar 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang akan masuk ke Indonesia lewat provinsi yang dipimpinnya. Menurutnya ratusan TKA itu rencananya akan bekerja di salah satu perusahaan pemurnian nikel di Sultra.
(wk/zodi)